Thursday, October 15, 2015

Resep atau Cara Membuat Gado Gado

ayur-sayuran yang sering digunakan dapat bervariasi, walau sayuran yang biasa digunakan adalah:

- Sayuran hijau yang diiris kecil-kecil seperti selada, kubis, bunga kol, kacang panjang, dan taoge
- Sayuran lainnya seperti wortel dan mentimun
- Tomat
- Kentang rebus yang diiris
- Telur rebus

Dengan perkecualian telur dan kentang rebus, sayur-sayuran yang digunakan biasanya masih dalam keadaan mentah. Walau kadang-kadang sayuran seperti kubis dan bunga kol bisa juga direbus air panas. Ada juga sayuran yang kadang-kadang dimasak dengan uap air panas.

Saus kacang

Salah satu perbedaan gado-gado dari salad sayuran lainnya adalah saus kacang yang digunakan. Bahan-bahan yang digunakan untuk saus kacang ini juga dapat bervariasi. Bahan yang biasa digunakan adalah:

- Kacang goreng yang dilumatkan
- Bawang putih
- Cabai, merica
- Air jeruk nipis
- Garam, gula merah







Gado Gado

Gado-gado adalah salah satu makanan yang berasal dari Jawa yang berupa sayur-sayuran yang direbus dan dicampur jadi satu, dengan bumbu kacang atau saus dari kacang tanah dan yang dihaluskan disertai irisan telur dan pada umumnya banyak yang menambahkan kentang rebus yang sudah dihaluskan untuk saus gado gado kentang rebus dimasak bersamaan dengan bumbu kacang kemudian di atasnya ditaburi bawang goreng. Sedikit emping goreng atau kerupuk (ada juga yang memakai kerupuk udang) juga ditambahkan.



Gado-gado dapat dimakan begitu saja seperti salad dengan bumbu/saus kacang, tapi juga dapat dimakan beserta nasi putih atau kadang-kadang juga disajikan dengan lontong.

Sumber : https://id.wikipedia.org





Cara Membuat Atau Resep Milkshake

Bahan :

- 200 ml susu cair coklat
- sirup coklat 5 sendok makan
- 1 sendok teh vanila essense
- 50 gr es krim coklat

Cara Membuat Milkshake Coklat :

- Siapkan blender untuk menghaluskan bahan milkshake
- Masukkan susu cair coklat kedalam blender yang sudah disiapkan
- Lalu tambahkan es krim coklat, sirup coklat dan vanila essense kedalam blender
- Blender bahan yang sudah masuk dengan kecepatan tinggi sampai benar-benar halus dan kental
- Tuang milkshake kedalam gelas saji lalu milkshake coklat siap untuk dinikmati disaat cuaca yang sedang panas



Tentunya minuman segar ini dapat membuat anda menjadi ketagihan karena selain rasanya yang enak dan menyegarkan, minuman ini juga sangat mudah untuk kita buat sendiri bersama keluarga. Bagi anda yang ingin segera menikmatinya, silahkan anda coba Resep Membuat Milkshake Coklat dengan panduan resep diatas.





Milkshake


Milkshake adalah nama minuman yang terbuat dari bahan dasar susu dan es krim juga bahan pelengkap lainnya. Milkshake memiliki berbagai macam jenis rasa, dari mulai rasa buah strowberry, durian, coklat, vanila dan lain sebagainya. Minuman ini sangat cocok disajikan ketika cuaca sedang panas. Maskipun minuman segar ini memiliki berbagai jenis macamnya, namu miklshake yang kami buat kali ini adalah milkshake dengan rasa coklat atau milkshake coklat. Milkshake coklat ini tentunya seperti yang sudah disebutkan terbuat dari bahan dasar susu dan eskrim coklat. Proses pembuatannya sangat mudah dan sederhana hanya dengan menggunakan alat berupa blender dan bahan yang mudah didapat anda sudah dapat menikmati minuman segar yang satu ini. Baiklah, mari kita coba membuat milkshake coklat yang lembut dan segar dengan bahan dan cara berikut ini.

Sumber : http://www.resepnasional.com/





Wednesday, October 14, 2015

JATIM PARK 2 BATU MALANG


Sedikit berbeda dengan tempat wisata diatas yang lebih ditujukan sebagai taman bermain serta hiburan, Jatim park 2 lebih menunjukan tempat belajar dibandingkan dengan tempat bermain. Pada dasarnya tempat ini mengusung konsep belajar ilmu alam, biologi dan pembelajaran satwa yang disajikan dengan latar belakang sesuai habitatnya.

Tempat wisata ini didalamnya terdiri dari Museum Satwa, Batu Secret Zoo dan Pohon Inn Hotel. Harga tiket untuk Jatim Park 2 sendiri dipatok berkisar antara Rp 65.000 pada hari Senin-Kamis dan Rp 90.000 pada hari Jumat-Minggu.

sumber : http://www.bromomalangtravel.com/





PERBEDAAN JATIM PARK 1

Jatim Park 1 berada sekitar 20 km barat Kota Malang, dengan selalu dibanjiri pengunjung pada setiap tahunnya kini menjadi salah satu ikon wisata Jawa Timur yang paling diminati. Obyek wisata ini memiliki 36 wahana, diantaranya kolam renang raksasa (dengan latar belakang patung Ken Dedes, Ken Arok, juga Mpu Gandring), spinning coaster, serta drop zone.

Wahana pendidikan yang menjadi pusat perhatian diantaranya adalah Volcano serta Galeri Nusantara yang juga terdapat tanaman agro, diorama binatang langka, serta miniatur candi-candi. Di tempat wisata ini juga tersedia bioskop 4 dimensi yang menyuguhkan suasana baru dalam perindustrian pariwisata dan hiburan di Jawa Timur.

Untuk harga tiket ditempat wisata ini pada hari Senin sampai dengan hari Kamis berkisar Rp. 55.000,- dan Rp. 75.000,- pada hari Jumat sampai dengan Minggu.

Sumber : http://www.bromomalangtravel.com/







BNS - BATU NIGHT SPECTACULAR

Batu Night Spectacular - BNS adalah sebuah tempat rekreasi baru di Kota Batu, tepatnya berada di Desa Oro-Oro Ombo. Perjalanan menuhu BNS menggunakan kendaraan pribadi memerlukan waktu tidak lebih dari 15 menit dari pusat kota., jika kondisi lalu lintas sedang lancar. Sesuai namanya, Batu Night Spectacular merupakan sebuah tempat wisata keluarga yang hanya dapat dinikmati malam hari, buka mulai pukul 15:00 sampai dengan 24:00. Dengan memiliki waktu operasional dimalam hari, Batu Night Spectacular merupakan sebuah alternatif tujuan untuk melepaskan penat dari beban rutinitas kerja atau kegiatan lain yang telah dilakukan pada siang hari. Rasanya sangat tidak berlebihan jika saya menyebut BNS sebagai satu-satunya tempat rekreasi keluarga yang dapat dinikmati pada malam hari untuk seputaran kota Batu, karena disini tersedia banyak permainan yang bisa dinikmati oleh pengunjung dari segala umur dengan tiket masuk yang sangat murah, yaitu sebesar 10 ribu rupiah untuk tiap orang. Mungkin inilah disneyland-nya kota Batu.

BNS sendiri menyajikan aneka wahana permainan yang bisa di nikmati untuk seluruh anggota keluarga Anda. Ada puluhan wahana yang tidak akan bisa Anda lupakan setelah menikmatinya seperti gallery hantu, slalom test, sepeda udara tertinggi, lampion garden dan trampoline. Di obyek wisataBNS ini Anda juga bisa menguji adrenalin dengan mencoba beberapa wahana menarik, seperti drag race, mouse coaster, dan beberapa permainan lain. Banyak juga wahana yang khusus disediakan untuk anak-anak seperti kids zone yang terdiri dari 25 macam.

Usai menikmati beragam wahana yang tersedia di areal seluas 3 ribu meter persegi ini, anda bisa mengisi perut sekaligus beristirahat di sebuah food center yang dinamakan Food Court. Ada banyak pilihan menu minuman maupaun makanan di area ini. Tinggal pilih minuman dingin atau panas. Begitu halnya makanan. Banyak menu yang bisa dipilih sesuia selera. Kenikmatan di food court bukan hanya pada menu makanan atau minumanya. Tapi, juga sajian yang dibeerikan saat pengunjung menikmati makanan maupun minuman. Ditengah-tengah menikmati hidangan, manajemen BNS Batu akan menyajikan show time. Ada panggung musik yang menghadirkan musik-musik ataupun kesenian tradisional. dan pada puncak show time, anda akan melihat satu satunya pertunjukkan yang ada di ndonesia, yaitu Air Mancur Menari. Tarian air mancur diiringi permainan lampu warna-warni itu mampu memaksa mata pengunjung tertuju ke liukan air. Air mancur itu terlihat cukup lihai menari mengikuti lantunan lagu. Dari lagu instrumental, pop rock, hingga dangdut koplo. Puas menyaksikan tarian air mancur, pengujung masih disuguhi dengan pertunjukkan yang menggunakan layar lebar terpanjang di Indonesia. Pertunjukkan ini memberi sensasi tersendiri bagi pengunjung. Dengan layar 50 meter di atas kita.



sumber : http://infobatumalang.blogspot.co.id/





Thursday, October 8, 2015

Alun Alun Kota Malang



Alun-alun kota Malang adalah satu dari dua alun-alun yang dimiliki Malang. Alun-alun ini juga disebut dengan Alun-alun Jami' karena letaknya tepat di depan Masjid Jami' yang merupakan masjid kebanggaan warga Malang. Sedangkan alun-alun yang satunya lagi bernama Alun-Alun Bundar karena memang bentuknya lingkaran dan alun-alun ini terletak tepat di depan Balai Kota.

Alun-alun kota Malang merupakan ikon kota Malang yang juga sebagai tempat rekreasi yang tidak pernah sepi. Ada saja rombongan atau perorangan yang datang ke alun-alun ini. Mungkin karena letaknya yang strategis juga, tepat di jantung kota Malang dan dikelilingi oleh beberapa pusat perbelanjaan terkemuka seperti Ramayana, Sarinah, Mitra, Gajah Mada Plaza serta Malang Plaza. Selain itu, alun-alun ini juga berlokasi dekat dengan instansi pemerintahan serta beberapa fasilitas umum seperti hotel, kantor pos, bank, masjid, dan gereja. 

Banyak yang bisa Ngalamers nikmati di alun-alun ini, salah satunya adalah air mancur dari kolam yang terletak tepat di tengah-tengah alun-alun. Saat weekend menjelang, alun-alun ini akan semakin bertambah ramai dengan remaja yang sedang berpacaran. Banyak orang berjualan juga disekitarnya, jadi Ngalamers sekalian tidak perlu khawatrir bakal kelaparan. Tapi yang perlu diperhatikan adalah kebersihan alun-alun, karena ternyata masih banyak pengunjung yang membuang sampah tidak pada tempatnya. Padahal hampir di setiap sudut alun-alun telah tersedia tempat sampah.

Sumber :
1. http://halomalang.com/peta-malang/detail/alun-alun-kota-malang
2. http://islamireligius.blogspot.co.id/2011/05/alun-alun-malang.html






pantai bengkung malang

Pantai Bengkung
Pantai Bengkung dengan kolamnya yang sangat eksotik (Foto: risdiken900.blogspot.com)
Pantai Bengkung atau juga dikenal sebagai Pantai Batu Bengkung secara administratif berada di Desa Gajahrejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang. Lokasi Pantai Bengkung berada tepat di sebelah barat dari Pantai Jelangkung. Pantai Bengkung bisa dijangkau dengan kendaraan bermotor sekitar 2-3 jam dari Kota Malang. Untuk menuju ke pantai ini dari Kota Malang bisa mengikuti arah menuju Pantai Sendangbiru. Kondisi jalan yang dilalui sudah lebar dan mulus dengan dikelilingi pemandangan indah khas pantai yang berbukit-bukit.
Beberapa kilometer sebelum Sendangbiru Anda bisa melalui jalur lintas selatan (JLS) dan mengikuti arah menuju ke Pantai Goa Cina dan Bajulmati. Sekitar 2 km setelah melewatiPantai Bajulmati akan dijumpai sebuah papan petunjuk yang akan mengarahkan menuju Pantai Bengkung. Sayangnya sampai saat ini jalan dari jalur lintas selatan menuju Pantai Bengkung masih berupa makadam.
Saat ini Pantai Bengkung dikelola oleh pihak Perhutani dengan tiket masuk 6 ribu rupiah per orang. Setelah melewati pintu loket Anda akan melalui dua pantai kecil sebelum sampai menuju Pantai Bengkung. Ketiga area pantai itu saling berhimpitan dan hanya dipisahkan perbukitan karang dan bebatuan. Ketiga area di pantai-pantai tersebut memiliki keindahan tersendiri dan akan mempesona wisatawan yang datang.
Di lokasi pertama jika diperhatikan panoramanya mirip dengan Teluk Bay yang ada di Banyuwangi. Pemandangannya masih sangat alami. Di sini sangat terlihat cekungan air laut yang menjorok ke daratan. Sisi kanan dan kirinya dibatasi oleh tebing yang tinggi. Terdapat banyak terumbu karang dengan keanekaragaman flora dan fauna khas laut. Wisatawan bisa bermain air, sungguh merupakan hal yang menyenangkan. Belum lagi pasirnya yang sangat lembut membuat Anda akan betah berlama-lama di sini.
Tidak jauh dari kedua pantai tersebut maka sampailah di Pantai Bengkung yang sebenarnya. Di Pantai Bengkung ini tak kalah indahnya dengan kedua pantai sebelumnya. Di sini pemandangannya sangat indah. Begitupun suasananya masih asri dan bersih. Keadaannya masih sepi, tidak terlihat pedagang berjualan di sini. Bahkan tidak terdapat fasilitas pendukung bagi wisatawan yang datang. Hanya tampak keindahan dan keasrian pantai yang disuguhkan. Di Pantai Bengkung kita bisa memandang birunya laut dan tebing karang yang tinggi. Airnya pun berwarna biru bening menyegarkan. Sementara pasir pantainya berwarna putih kecoklatan.
Selain keindahan alamnya, Pantai Bengkung memang menawarkan keunikan tersendiri yang bisa Anda nikmati. Yang paling unik dari Pantai Bengkung adalah terdapat sebuah tempat berbentuk seperti kolam dan Anda bisa menjadikannya sebagai tempat untuk berenang. Airnya pun sangat jernih. Kolam tersebut terbentuk akibat deburan ombak yang menembus celah-celah batu karang penahan ombak. Genangan air berbentuk kolam di balik bebatuan itu lumayan dalam dan terlihat begitu indah. Dari kejauhan batu karang itu terlihat kecil tetapi sebenarnya sangat besar dan mampu menghalangi deburan ombak besar. Hal itu menambah keeksotikan pantai ini.
Di Bengkung memang memiliki deburan ombak yang cukup besar sehingga bagi pengunjung yang membawa anak-anak untuk selalu berhati-hati saat bermain di pantai ini. Pantai ini menjadi destinasi favorit di kalangan pemancing lokal karena di sebelah timur juga bersebelahan dengan Pantai Nglepek dan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Sendangbiru. Jika Anda berkunjung ke Pantai Bengkung ini sempatkan untuk membawa plastik penampungan sampah sendiri agar tidak mengotori pantai yang masih alami ini. Hal itu untuk menjaga kebersihan dan kelestarian tempat wisata ini. (Dirangkum dari berbagai sumber)
sumber : http://ngalam.id/read/5187/pantai-bengkung/






Tradisi dan Budaya Papua Barat

Papua Barat merupakan provinsi yang terletak di wilayah Indonesia bagian Barat Pulau Papua. Sebelumnya  provinsi ini bernama Irian Jaya Barat dan berdasarkan UU No. 45 tahun 1999 pada tanggal 18 April 2007 Irian Jaya Barat resmi berganti nama menjadi Papua Barat. Seperti yang kita ketahui di Papua dan Papua Barat memiliki banyak keunikkan tersendiri, berbagai macam penduduk dan suku aslinya, alam nan indah serta rumah-rumah yang adat di Papua. Untuk kita seperti biasa kita akan mengenal dan mengulas budaya-budaya yang dimiliki oleh Provinsi Papua Barat.

1. Rumah Adat Papua Barat

Rumah adat Papua Barat yang diberi nama Rumah Kaki Seribu ini berada di TMII kawasan anjungan Papua Barat. Rumah ini dibangun sebagai tempat memeragakan dan memamerkan berbagai peninggalan budayanya seperti peralatan alat musik, pakaian adat, kerajinan tangan yg terdapat di Papua Barat dan lain sebagainya. Arsitektur bangunan ini bercorak Manokrawi. rumah adat ini merupakan rumah panggung yang memiliki banyak tiang sebagai penopangnya.


Rumah Adat Papua Barat di TMII
Namun, sebenarnya rumah adat provinsi Papua Barat yang asli berasal daru suku Arfak, bernama Mod Aki Aksa (Lgkojei) yang berarti Rumah Kaki Seribu. Rumah adat yang asli atapnya terbuat dari daun jerami atau daun sagu dan kayu sebagai tiangnya. Tiang-tiang yang dibuat ada yang pendek dan ada yang tinggi, tiang tersebut berguna untuk melindungi diri dari musuh dan ancaman orang yang berniat jahat atau ilmu hitam.


2. Pakaian Adat Papua Barat

Pakaian adat di wilayah Papua Barat bernama pakaian adat Serui. Tidak jauh berbeda dengan pakaian adat yang ada di Papua, bentuk pakaiannya hampir sama baik pria dan wanita. Model penutup badan bagian bawah serta bajunya sama. Mereka memakai baju dan penutup badan bagian bawah dengan bentuk yang sama. Hiasan didada dan kepala juga mereka kenakan  berupa kalung, gelang, hiasan burung cendrawasih pada bagian kepala daln lain sebagainya.  Merupakan ciptaan baru yang tergambar pada bentuk pakaiannya. Perlengkapan yang dikenakan pria pada saat pernikahan biasanya pengantin pria memegang perisai seperti panah atau tombah agar berkesan adat Papua.


3. Tari daerah Papua Barat

- Tari Perang merupakan tari yang melambangkan kegagahan dan kepahlawanan masyarakat Papua.
- Tari Suanggi merupakan tari yang mengisahkan seorang istri yang mati akibat korban angi-angi (jejadian).



4. Senjata Tradisional: Pisau Belati yang terbuat dari tulang kaki burung, Panah dan Busur. Senjata ini digunakan untuk berperang atau berburu.

5. Suku: Suku Arfak, Suku Asmat, Suku Dani, Suku Mey dan SUku Sentan.

6. Lagu Daerah: Yamko Rambe Yamko, Apuse.







Tradisi dan Budaya Maluku Utara

Jika sebelumnya kita sudah mengenal ciri khas kebudayaan Provinsi Maluku, maka provinsi yang baru diresmikan pada 12 Oktober 1999 yakni Provinsi Maluku Utara yang terbentuk berdasarkan UU No. 46 Tahun 1999. Provinsi ini merupakan hasil pemekaran dari wilayah provinsi Maluku dan menjadi sebuah hal yang harus kita ketahui bersama bagaimana keanekaragaman budaya yang dimilikinya. Letaknya yang menjadikan wilayah ini sebagai surga tropis di Indonesia bagian timur dan dikelilingi oleh laut-laut. Dengan ibukotanya adalah Soffi. Penduduk Maluku Utara didominasi beragama Islam. Tidak jauh berbeda rumah adat, pakaian serta tarian daerah yang dimiliki provinsi Maluku Utara dengan Maluku. Seperti biasa berikut adalah budayanya:

1. Rumah Adat Maluku Utara

Rumah adat Maluku Utara hampir sama dengan rumah adat di Maluku yaitu rumaha adat Baileo. Rumah adat Maluku Utara ini digunakan sebagai tempat bermusyawarah bagi masyarakat dan pemuka-pemuka adatnya. Selain itu sebagai tempat upacara adat seniri negeri. Rumha adat Maluku Utara berbentuk rumah panggung dengan bentuknya yang persegi. Terbuat dari kayu sebagai kerangkanya dan gaba-gaba atau semacam tangkai rumbia sebagai dinding rumahnya. Atap rumah adat ini dibuat agak besar dan tinggi dari bahan rumbia. Selain ini dibuat juga beranda atau teras pada bagian depan rumah.


2. Pakaian Adat Maluku Utara

Pakaian adat Maluku Utara pada pria mengenakan kemeja berenda-renda yang dilapisi dengan pakaian luar berupa jas berwarna merah atau hitam dan berlengan panjang. Pada bagian bawahnya memakai celana panjang model cutbray dan dilapisi ikat pinggang.


Sedangkan pakaian adat pada wanitanya memakai baju cele yaitu kebaya pendek bersuji dan berkanji. Dilengkapi dengan perhiasan anting, kalung panjang dan cincin. Bagian bawahnya mengenakan rok.

3. Tari daerah Maluku Utara

Tari daerah Maluku Utara yaitu Tari Lenso merupakan tari pergaulan bagi seluruh lapisan masyarakat Maluku. Gerak tarian ini lemah lembut dan gemulai, dibawakan oleh satu penari wanita atau lebih.


Tari Lenso

4. Senjata Tradisional Maluku: Senjata Parang-Sawalaku, digunakan pada saat berperang, berburu hewan serta dipakai penari pria pada tarian caklele.

5. Suku: Beraneka ragam suku yang terdapat di Maluku Utara, yakni Suku Loloda, Tobaru, Sawai, Ternate, Makian Barat, Makian Timur, Pagu, Siboyo, Gane, Ange, Suku Arab dan Eropa dan yang lainnya.

6. Bahasa Daerah Maluku Utara: yaitu Bahasa Melayu Utara atau Melayu Ternate.

7. Lagu Daerah Maluku Utara: Lagu Borero dan Moloku Kie Raha.







Wednesday, October 7, 2015

Tradisi dan Budaya Maluku

Tradisi dan Budaya Maluku Budaya Maluku adalah aspek kehidupan yang mencakup adat istiadat, kepercayaan, seni dan kebiasaan lainnya yang dijalani dan diberlakukan oleh masyarakat Maluku.  Maluku adalah sekelompok pulau yang merupakan bagian dari Nusantara.  Maluku berbatasan dengan Timor di sebelah selatan, pulau Sulawesi di sebelah barat, Irian Jaya di sebelah timur dan Palau di timur laut.  Maluku memiliki beragam budaya dan adat istiadat mulai dari alat musik, bahasa, tarian, hingga seni budaya.

Budaya Kalwedo

Salah satu dari banyaknya budaya Maluku adalah Kalwedo. Kalwedo adalah bukti yang sah atas kepemilikan masyarakat adat di Maluku Barat Daya (MBD). Kepemilikan ini merupakan kepemilikan bersama atas kehidupan bersama orang bersaudara. Kalwedo telah mengakar dalam kehidupan baik budaya maupun bahasa masyarakat adat di kepulauan Babar dan MBD.  Pewarisan budaya Kalwedo dilakukan dalam bentuk permainan bahasa, lakon sehari-hari, adat istiadat, dan pewacanaan.

Nilai Adat Kalwedo

Kalwedo merupakan budaya yang memiliki nilai-nilai sosial keseharian, dan juga nilai-nilai religius yang sakral yang menjamin keselamatan abadi, kedamaian, dan kebahagiaan hidup bersama sebagai orang bersaudara. Budaya Kalwedo mempersatukan masyarakat di kepulauan Babar maupun di Maluku Barat Daya dalam sebuah kekerabatan adat, dimana mempersatukan masyarakat menjadi rumah doa dan istana adat milik bersama. Nilai Kalwedo diimplementasikan dalam sapaan adat kekeluargaan lintas pulau dan negeri, yaitu: inanara ama yali (saudara perempuan dan laki-laki).  Inanara ama yali menggambarkan keutamaan hidup dan pusaka kemanusiaan hidup masyarakat MBD, yang meliputi totalitas hati, jiwa, pikiran dan perilaku.


Nilai-nilai Kalwedo tersebut mengikat tali persaudaraan masyarakat melalui tradisi hidup Niolilieta/hiolilieta/siolilieta (hidup berdampingan dengan baik).  Tradisi hidup masyarakat MBD dibentuk untuk saling berbagi dan saling membantu dalam hal potensi alam, sosial, budaya, dan ekonomi yang diwariskan oleh alam kepulauan MBD

Budaya Hawear

Hawear (Sasi) adalah budaya yang tumbuh dan berlaku dalam kehidupan masyarakat Kepulauan Kei secara turun menurun. Cerita rakyat, lagu rakyat, dan berbagai dokumen tertulis merupakan prasarana untuk melestarikan kekayaan budaya termasuk Hawear. Sejarah Hawear bermula dari seorang gadis yang diberikan daun kelapa kuning (janur kuning) oleh ayahnya. Kemudian janur kuning itu disisipkan atau diikat di kain seloi yang dipakainya. Gadis tersebut melakukan perjalanan panjang untuk menemui seorang raja (Raja Ahar Danar). Maksud dari janur kuning tersebut sebagai tanda bahwa ia telah dimiliki oleh seseorang, dimaksudkan agar ia tidak diganggu oleh siapapun selama perjalanan. Janur kuning tersebut diberikan oleh sang ayah, karena sang ayah pernah diganggu oleh orang-orang tak dikenal dalam perjalanannya. Hal ini adalah proses Hawear yang masih dijalankan sesuai dengan maknanya hingga saat ini

Batu Pamali

Batu Pamali adalah simbol material adat masyarakat Maluku. Selain Baileo, rumah tua, dan teung soa, batu Pamali juga termasuk mikrosmos dalam negeri-negeri yang ditempati masyarakat adat Maluku. Batu Pamali merupakan batu alas atau batu dasar berdirinya sebuah negeri adat yang selalu diletakkan di samping rumah Baileo, sekaligus sebagai representasi kehadiran leluhur (Tete Nene Moyang) di dalam kehidupan masyarakat. Batu Pamali sebagai bentuk penyatuan soa-soa dalam negeri adat, dengan demikian batu Pamali adalah milik bersama setiap soa. Di beberapa negeri adat Maluku, batu Pamali dimiliki secara kolektif, termasuk negeri adat yang masyarakatnya memeluk agama yang berbeda. Seiring dengan perkembangan agama di masyarakat, terjadi pergeseran praktik ritus dan keberadaan batu Pamali. Dengan adanya UU No. tahun 1979, adat asli negeri-negeri diganti dengan penyeragaman sistem pemerintahan desa.

Upacara Fangnea Kidabela

Kepulauan Tanimbar yang sekarang menjadi Kabupaten Maluku Tenggara Barat, memiliki kebudayaan yang mengatur persaudaraan dan kehidupan sosial masyarakat dalam bentuk Duan Lolat dan Kidabela. Duan Lolat mengatur tentang hubungan sosial masyarakat yang luas, yaitu memperkuat hubungan antardua desa atau lebih, dan hubungan tersebut diwujudkan dalam bentuk Kidabela. Upacara Fangnea Kidabela memperkokoh hubungan sosial masyarakat Tanimbar dalam wadah persaudaraan dan persekutuan agar tidak mudah pecah atau retak.

Makna Upacara Fangnea Kidabela

Upacara Fangnea Kidabela mengandung makna persatuan dan kesatuan hidup masyarakat Tanimbar baik internal maupun eksternal dalam setiap situasi. Upacara Fangnea Kidabela juga mengandung makna sebagai pemanasan, pengerasan, dan pemantapan (fangnea) terhadap persahabatan, persaudaraan (itawatan) dan keakraban (kidabela) di antara sesama sebagai suatu persekutuan wilayah teritorial Kampung Sulung di pulau Enus yang terletak di Selaru bagian selatan pulau Yamdena. Makna upacara Frangnea Kidabela sama dengan upacara Panas Pela di Ambon, Lease, dan Maluku Tengah. Upacara ini menciptakan suasana hidup bermasyarakat yang kokoh dan kuat untuk mencegah fenomena konflik dan perpecahan terhadap hubungan masyarakat

Hibua Lamo

Hibua Lamo adalah rumah besar yang dijadikan simbol masyarakat adat di Halmahera Utara, sekaligus simbol Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara. Di Halmahera Utara terdapat tiga etnis masyarakat yang memiliki rumah adat masing-masing, misalnya rumah adat etnis Tobelo disebut Halu. Namun Hibua Lamo yang menjadi pemersatu semua etnis. Hibua Lamo adalah konstruksi dari nilai-nilai hidup dalam masyarakat yang mengidentifikasi dirinya sebagai komunitas Hibua Lamo. Hibua Lamo merupakan konsep bersama yang disebut Nanga Tau Mahirete (rumah kita bersama). Orang Tobelo, Galela dan Loloda tersegregasi secara geografis, dan terbelenggu dalam tradisi, agama dan kepercayaan yang berbeda. Perbedaan tersebut dipahami dan dihayati dengan kesucian hati dan kemurnian pikiran, kemudian diterapkan dalam sebuah ungkapan filosofis Ngone O'Ria Dodoto yang bermakna satu ibu satu kandung. Konsekuensi dari falsafah Nanga Tau Mahurete dan Ngone O'Ria Dodoto adalah lahirnya sebuah komunitas asli Halmahera Utara daratan maupun kepulauan dalam satu kesatuan yang teridentifikasi sebagai komunitas Hibua Lamo dan kemudian disimbolkan dalam rumah adat Himua Lamo.


Dalam konteks ini komunitas Tobelo, Galela, dan Loloda mengalami proses penyatuan dalam satu sosiokultural baru yang dinamis. Sosiokultural ini berlandaskan pada nilai-nilai O'dora (saling kasih), O'hanyangi (saling sayang), O'baliara (saling peduli), O'adili (perikeadilan) dan O'diai (kebenaran) dalam bingkai Nanga Tau Mahurete dan Ngone O'Ria Dodoto.

Budaya Arumbae

Arumbae adalah bentukan karakter masyarakat Maluku, baik yang tinggal di pesisir maupun di pegunungan. Arumbae adalah kebudayaan berlayar dalam masyarakat Maluku. Perjuangan melintasi lautan merupakan bagian dari terbentuknya suatu masyarakat. Sebagai contoh, masyarakat Tanimbar - dalam mitos Barsaidi meyakini bahwa leluhur mereka tiba di pulau Yamdena setelah melewati perjuangan yang sulit di lautan. Perjuangan melintasi lautan merupakan sejarah keluhuran. Kedatangan para leluhur dari pulau Seram, pulau Jawa (seperti Tuban dan Gresik) dan pulau Bali menjadi bagian dari cerita keluhuran masyarakat di Maluku Tengah, Buru, Ambon, Lease, dan Maluku Tenggara. Ragam cerita inilah yang membentuk terjadinya persekutuan Pela Gandong antar negeri. Dalam pataka daerah Maluku, Arumbae menjadi simbol daerah yang di dalamnya terdapat lima orang sedang mendayung menghadapi tantangan lautan. Secara filosofis, maknanya ialah masyarakat Maluku adalah masyarakat yang dinamis, dan penuh daya juang dalam menghadapi tantangan untuk menyongsong masa depan yang gemilang.

Laut adalah medan penuh bahaya dan Arumbae menstrukturkan cara pandang bahwa laut adalah medan kehidupan yang harus dihadapi. Itulah sebabnya, masyarakat Maluku melihat laut sebagai jembatan persaudaraan yang menghubungkan satu pulau dengan pulau lainnya. Berlayar ke suatu pulau, seperti dalam Pela Gandong bertujuan untuk mengeratkan jalinan hidup orang bersaudara sebagai pandangan dunia orang Maluku. Kebiasaan papalele, babalu, maano, dan konsekuensi berlayar ke pulau lain, membuat laut dan arumbae sebagai simbol perjuangan ekonomi.


Arumabe tampak dalam beragam karya seni. Misalnya dalam syair kata tujuh ya nona, ditambah tujuh, sapuluh ampa ya nona dalang parao  Banyak gapura negeri adat Maluku berbentuk Arumbae. Lagu daerah banyak mengumpamakan keharmonisan dengan simbol perahu atau Arumbae. Di bidang olahraga, Arumbae Manggurebe menjadi program pariwisata dan olah raga tahunan yang diselenggarakan di Teluk Ambon.

Sasahil dan Nekora

Sasahil dan Nekora merupakan tradisi masyarakat adat di Negeri Siri Sori Islam dan Negeri Siri Sori Kristen di pulau Saparua. Bagi masyarakat desa Telalora, Nekora memiliki basis nilai tolong-menolong antarwarga. Nilai tradisi Sasahil dan Nekora terletak pada cara dan proses pelaksanaan. Nilai tolong-menolong yang terdapat dalam tradisi Sasahil maupun Nekora memiliki basis solidaritas yang kuat, dan menciptakan relasi saling memberi dan menerima antarwarga agar suatu pekerjaan berat untuk mendirikan rumah bisa lebih ringan.  Dalam menghadapi dinamika kehidupan yang terus berubah, tradisi Sasahil dan Nekora selalu dipertahankan dan dipelihara dengan baik.  Hal ini dimaksudkan sebagai modal sosial kelangsungan hidup bermasyarakat di masa mendatang







Sunday, October 4, 2015

Goa Bima Lumajang

Goa Bimo terletak di desa Bades Kecamatan Pasirian kurang lebih 8 km jalur timur dan 11 kilo dari jalur barat, dimana lokasi tersebut merupakan berbatasan antara tiga desa yakni desa Bades dengan desa Gondoruso dan desa Bago, jarak tempuh bisa lewat dua arah yaitu jalur timur (melewati desa condro, bago dan kajaran) dan jalur barat (pasirian, kalibendo, Bades, Gondoruso, Dampar), semuanya bisa dilalui kendaraaan bermotor.
Lokasi Goa Bimo itu sendiri merupakan tempat yang indah dan asri selain pemandangan yang alami, Goa Bimo merupakan Goa yang langsung berhadapan dengan Pantai Selatan yang dikelilingi Pasir Besinya. Namun kondisinya sekarang sudah mulai tertutup tumbuhan yang ada disekitarnya hal ini disebabkan jarang ada yang mengunjungi selain itu perhatian pemerintah dalam hal ini sangatlah kurang.



Perlu anda ketahui menurut beberapa orang yang kami tanyakan Sebenarnya Goa Bimo itu merupakan goa yang panjang yang terhubung dengan goa-goa yang ada di sekitarnya bahkan ada yang bilang sampai tembus dengan semeru, namun hal ini kami belum bisa membuktikan karena menurut sebagian penduduk yang tinggal dengan Goa Bimo didalam pada tahun yang lalu ada fihak yang menutup akses goa didalam, hal ini di khawatirkan ada hal-hal yang tidak dinginkan.




Ranu Pane Lumajang

Ranu pani merupakan telaga air dibawah kaki gunung Semeru. Berada di kabupaten Lumajang. Berada di taman nasional Bromo Tengger Semeru. Terdapat perkampungan penduduk yang tinggal yang bernama desa Ranu Pani. Bagi yang ingin mendaki gunung Semeru, di daerah ini merupakan basecamp awal pendakian.



Ranu Pani. warga ada yang menyebut Ranu Pane. Ranu sendiri berarti Telaga atau danau. Ranu Pani Merupakan telaga air yang berada di Bromo Tengger Semeru. Telaga yang lain yaitu Ranu Kumbolo, Ranu Regulo. Kemarin belum sempat mengunjungi Ranu Regulo yang jaraknya dekat dengan Ranu Kumbolo.




Ranu Pakis Lumajang

Danau yang satu ini memiliki ketinggian sekitar 700 M dari permukaan laut dengan luas danau 25 Ha dan kedalaman 28 m. Keunikan dari danau ini terletak dari permukaan airnya yang berada jauh di bawah permukaan tanah. Sehingga untuk mencapai daratan tepi danau dibutuhkan tenaga yang prima dan kehati-hatian yang tinggi.


Sumber : www.eastjava.com




Ranu Bedali Lumajang

Lumajang di Jawa Timur bukan hanya soal Semeru, atau Ranu Kumbolo sebagai danau yang paling terkenal. Ada lagi satu danau yang menawarkan keindahan serupa Ranu Kumbolo, namanya Ranubedali.



Satu lagi destinasi wisata alam di Lumajang, Jawa Timur. Namanya Ranubedali yang teletak di Desa Ranubedali, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang.

Ranubedali memang masih asing di telinga masyarakat atau pelancong. Namun keindahannya tak kalah dengan danau-danau lain di Lumajang seperti Ranu Kumbolo. Ranubedali adalah salah satu dari rangkaian Segitiga Ranu, dengan jarak 7 Km dari Ranu Pakis atau 6 Km dari Ranu Klakah.

Ranubedali terletak di ketinggian 700 mdpl dengan luas 25 Hektar dan kedalaman sekitar 28 meter. Meski belum terkenal, mengunjungi Ranubedali tidak terlalu sulit. Dari arah Lumajang bertolaklah ke Kecamatan Ranuyoso. Ada petunjuk jalan yang mengarahkan wisatawan ke Ranubedali. Kalau tidak ketemu papannya, jangan sungkan bertanya ke peduduk sekitar.

Sampai di pintu masuk, Anda bisa menitipkan sepeda motor atau kendaraan di rumah warga. Ranu adalah sebutan bagi 'danau' dengan ukuran kecil. Ranubedali berada di kaki Gunung Lemongan, 1.671 mdpl.

Menuju Ranu Bedali, Anda akan melalui jalanan meurun dan melewati sebuah kolam renang. Ada pula kincir angin yang merupakan peninggalan masa kolonial Belanda. Sayangnya kincir angin itu sudah lapuk dan termakan usia.


Di sini juga terdapat 2 air terjun cukup besar, namun Anda harus melewati semak belukar yang minim terjamah. Berjalan kaki 10 menit dari kolam, Anda sudah bisa menikmati keindahan Ranubedali dengan pohon-pohon hijau yang mengelilinginya. Yang istimewa lagi, Anda bisa melihat salah satu air terjun di pinggir Ranubedali.




Tubing Lumajang

Tempoeran adalah salah satu komunitas yang dibentuk untuk menaungi ide-ide kreatif anak muda Tempuran khususnya. Tempoeran di ambil dari nama sebuah desa yang terletak di ujung timur Desa Senduro Kabupaten Lumajang yakni “Tempuran”. Desa yang terkenal dengan agrowisatanya ini ternyata memendam subuah harta yang sangat berharga, bukan emas ataupun permata akan tetapi berupa anak muda dengan segudang pemikiran dan ide-ide kreatif yang nantinya akan dapat bermanfaat untuk membangun daerah di mana komunitas ini berada.



Komunitas yang berdiri pada tanggal 11 November tahun 2014 dan hanya dengan bermodalkan semangat ini sangat menjunjung tinggi kreatifitas, kekompakan dan persaudaraan serta jeli terhadap lingkungan sekitar. Hal itu di buktikan dengan terbentuknya satu produk dari Komunitas Tempoeran ini yang saat ini juga merupakan produk unggulan dan sedang banyak diminati oleh para penduduk Kabupaten Lumajang dan sekitarnya termasuk Kabupaten Malang, Kabupaten Jember dan Kota Surabaya. Tempoeran Tubing Adventure namanya.




Pura Mandaragiri Semeru Agung Lumajang

Pura Mandaragiri Semeru Agung (PMSA) dibangun pada tahun 1991 di Desa Senduro Kabupaten Lumajang. Latar belakang pemilihan lokasi PMSA di kaki Gunung Semeru berkaitan dengan mite pemindahan puncak Gunung Mahamèru dari India ke Jawa dengan maksud agar Pulau Jawa tidak jungkat-jungkit, sebagaimana dikisahkan dalam naskah Tantu Panggêlaran. Dengan demikian Gunung Semeru dianggap suci oleh masyarakat Jawa sejak dahulu.



Gaya, struktur dan komponen-komponen arsitekturnya mengikuti gaya arsitektur pura-pura di Bali, yaitu arsitektur trdisional Bali yang masih mengikuti gaya arsitektur zaman kerajaan Majapahit. Gaya arsitektur ini dipengaruhi oleh kebudayaan Hindu dengan dasar-dasar filsafat dalam ajaran agama Hindu. Landasan filosofis arsitektur terteliti dipaparkan dengan latar belakang alam pikiran keagamaan pemangkunya, yaitu agama Hindu, yang visualisasinya tergambarkan pada tata ruang (tata letak), bentuk bangunan dan bahan bangunan yang digunakannya.




Kedung Guwo Lumajang

Ada salah satu air terjun yang jarang dikunjungi orang namun malah menyuguhkan panorama yang unik. Air terjun itu adalah Kedung Guwo. Kedung Guwo berasal dari kata Kedung (bendungan air/ dam) dan Guwo (gua/ goa). Tak heran memang karena di sana terdapat dam dan gua yang mirip dengan lempengan batu miring.

Jarang terjamahnya wisata yang satu ini memang benar karena akses jalan menuju ke sana masih tradisional alias memang bukan untuk komersil wisata. Namun, pemandangan khas pedesaan sangat kental di sana. Hal ini terlihat dengan banyaknya tanaman palawija masyarakat sekitar yang tersebar di beberapa pematang sawah.



Di titik lokasi air terjun suasanya sangat tenang. Hanya terdengar suara gemericik air dan kicauan burung-burung. Meski ketinggiannya hanya sekitar 8 meter, namun tak menghilangkan keindahan air terjun ini yang dihiasi dengan bebatuan besar khas batu sungai. Di sebelah air terjun terdapat gua dengan ketinggian sekitar 2 meter dan panjang sekitar 10 meter. Yang unik di sini adalah gua yang berupa lempengan batu miring.

Di dalam gua terdapat bangunan buatan seperti tempat duduk dan lesehan. Sepertinya objek wisata yang satu ini pernah dirawat namun jarang sekali dikunjungi orang. Tap tak mengapa, karena dengan keheningannya, air terjun Kedung Guwo ini mempunyai nilai tersendiri.


Lokasi: Lumajang bagian Barat, desa Kunal, kecamatan Pasrujambe




Hutan Bambu Lumajang

Hutan bambu merupakan wisata alam yang berada di daerah Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang. Lokasinya dapat dijangkau sekitar 30 Km arah barat daya kota Lumajang. Untuk menuju lokasi wisata alam satu ini dapat ditempuh dengan menuju arah Kecamatan Tempeh dan ambil ke barat arah ke Pasrujambe/ Penanggal. Jalur yang dilewati cukup mudah dengan panorama alam pedesaan yang masih sejuk.

Tak jarang sawah yang hijau, kerbau, pak Tani, dan kabut menemani perjalanan kita. Perjalanan ala pegunungan yang berkelok kelok dan melewati hutan pinus/mahoni yang rimbun sering kita temui disana sini. Selain itu juga banyak ditemui pepohonan jenis kelengkeng disini. Di pinggir jalan juga tak jarang orang menjualnya. Tak ada salahnya kita membeli dan menikmatinya sesampainya di hutan bambu. Dijamin nggak mengandung bahan pengawet karena baru diambil dari pohonnya langsung.


Hutan bambu merupakan salah satu wisata alam yang wajib dikunjungi ketika sedang mampir ke Kabupaten Lumajang. Sebelum mencapai hutan bambu, kita akan disambut oleh keramahan orang disana yang sering kali menyapa kita atau sekedar tersenyum tanda ’welcome’ mereka terhadap pengunjung. Selain itu, kita akan melihat kegagahan Gunung Semeru di sebelah barat dan 2 anak gunungnya yaitu Gununh Sawur dan Gunung Wayang di arah selatan

Hutan Bambu ini memiliki luas 4 hektar dan biasa dikunjungi oleh keluarga dan para pecinta lingkungan. Wisata hutan bambu ini terletak di desa Sumber Mujur, kecamatan Candipuro, sekitar 30 Km dari Kota Lumajang.
Suasana hutan bambu yang hijau dan sejuk adalah menu utama yang ditawarkan dari wisata ini, selain itu terdapat beberapa satwa yang berlalu lalang dengan ramahnya, seperti monyet.




Ranu Kumbolo

Ranu Kumbolo surga di bawah puncak Mahamaru
Ranu Kumbolo merupakan sebuah danau air tawar yang berada dalam naungan pemerintah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur yang terletak di Pegunungan Tengger, di kaki Gunung Semeru. Danau ini mempunyai luas area sekitar 15 hektar.

Bagi para pecinta alam dan backpacker, Ranu Kumbolo adalah tempat yang tidak asing lagi. Karena danau ini merupakan tempat transit bagi mereka yang akan melanjutkan perjalanan untuk mendaki puncak Mahameru di Gunung Semeru yang merupakan puncak tertinggi di pulau Jawa.

Dengan debit air yang tidak pernah kurang, ranu kumbolo senantiasa mendapat perhatian dari para pendaki untuk mendirikan tenda / camping di tempat ini.

Ada keunikan tersendiri dibalik indahnya ranu kumbolo, yaitu ketika matahari mulai terbit di antara dua buah bukit hijau yang muncul perlahan dan membuat perhatian mata kita tidak bisa menolak untuk menikmatinya.

Belum lagi suasana danau ketika kabut mulai turun di waktu sore hari dipadu dengan air danau sungguh pemandangan yang tak bisa terucapkan. Disaat malam tiba kita akan disuguhkan gugusan bintang dari galaksi Bima Sakti yang belum tentu bisa kita lihat pada waktu kita berada di kota-kota besar karena silaunya cahaya lampu kota yang begitu terang.

Di sebelahnya terdapat sebuah bukit yang diberi nama "bukit Cinta" yang konon jika kita mendaki ke bukit ini dengan membayangkan orang yang kita cintai dengan tanpa menoleh kebelakang maka kita akan bahagia bersamanya.
ranu kumbolo surga dibalik gunung Semeru

Namun semakin tinggi kita mendaki maka semakin hebat pula godaannya. Karena semakin tinggi, maka pemandangan Ranu Kumbolo dari bukit akan terlihat semakin indah.

Di danau ini juga terdapat prasasti dari peninggalan kerajaan Majapahit dan juga terdapat tugu peringatan bagi mereka yang meninggal pada waktu pendakian ke puncak Mahameru.
Akses dan Persiapan ke Ranu Kumbolo
Gunung Semeru memang bukan sembarang gunung. Gunung yang terletak diketinggian 2.400 mdpl ini bisa mencapai minus 5 derajat pada malam hari jika cuaca cerah. Maka dibutuhkan persiapan ekstra untuk bercamping di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru ini. Itu bisa terlihat disekeliling kawasan ini tumbuhan dan tenda yang tertutup es.

Maka persiapkanlah peralatan-peralatan seperti, baju tebal / jaket, terutama yang tahan air, juga kaos kaki dan kaos tangan, kerpus / penutup kepala dan telinga, dan juga tak lupa membawa sleeping bag dan juga tenda yang terbuat dari parasit.

Untuk menuju ke Ranu Kumbolo anda bisa turun di terminal Probolinggo atau Lumajang dengan menaiki bus jurusan kencong atau ambulu dan turun di kota atau klojen, mengapa demikian? Karena bisa lebih cepat akses ke Senduro.

Dari klojen anda naik angkot menuju ke senduro dan turun di pasar senduro. Anda bisa menyewa jeep hardtoop hingga pos Ranupani desa terakhir di kaki semeru. Di sini terdapat pos pemeriksaan, terdapat juga warung dan pondok penginapan.

Perlu anda ketahui bahwa pendaki harus melakukan regristrasi dahulu sebelum mendaki di pos Ranu Pani. Hal ini dimaksudkan untuk keamanan dan juga tindakan penyelamatan jika terjadi sesuatu terhadap pendaki pada waktu di perjalanan.

Adapun dokumen yang diperlukan sebelum mendaki adalah sebagai berikut.

Fotokopi KTP 3 buah,
Surat Keterangan Sehat dari dokter*

*Anda bisa membuat surat dokter di senduro sebelum berangkat ke Ranupani .

Untuk mencapai Ranu Kumbolo, pendaki harus berjalan menyusuri jalan setapak selama kurang lebih 5-7 jam dari pos pendaftaran Ranu Pani. Dinas Perhutani setempat menyediakan pos-pos peristirahatan yang terdiri dari pos 1 sampai dengan pos 4.




Puncak B29 Lumajang

Wisata Puncak B29 merupakan bagian dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dimana gunung bromo bisa di lihat dari arah timur dari arah lumajang, dan di katakan dengan posona wisata di atas awan. Wisata Bromo yang terkenal dengan keeksotikan sunrise dan keindahan alam lainnya sangat memukau dan bisa menjadikan daya tarik para wisata untuk berkunjung ke bromo. Pesona keindahan alam wisata gunung bromo merupakan satu-satunya tujuan utama untuk merefres kejenuhan saat liburan.
Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, merupakan salah satu taman nasional yang berada di provinsi Jawa Timur, dimana TNBTS ini memiliki luas wilayah 50.276,3 ha yang berada di wilayah administratif Kabupaten Lumajang, Pasuruan, Probolinggo dan Malang. Salah satu destinasi wisata yang menarik karena wisatawan bisa melihat keindahan gunung Semeru dan Bromo, dimana Gunung Semeru adalah gunung tertinggi di pulau Jawa. Dari Semeru ini kita bisa menikmati keindahan Alam Pananjakan dan air terjun Madakaripura, konon tempat moksa patih Gajah Mada. Dan untuk sekarang ini ada satu lagi tempat wisata yang menjadi ikon wisata setelah Gunung Semeru dan Ranu Kumbolo, yaituPuncak B-29.

Puncak B29 adalah sebuah bukit dengan ketinggian 2900 Mdpl. Puncak B29 masih bagian TN Bromo Tengger Semeru, terletak di Desa Argosari, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang. Dengan ketinggian 2900 meter di atas permukaan laut puncak B29 lebih tinggi dari gunung Bromo yang mempunyai ketinggian 2.392 Mdpl. Terletak di sisi tenggara gunung Bromo, pemandangan yang indah akan segera dirasakan sesampainya di sana. Kalau anda sudah sampai di puncak, anda bisa merasakan dan melihat panorama alam bagaikan bukit ataupun tebing surga nya Kabupaten Lumajang, karena Kabupaten Lumajang bagaikan “serpihan surga” yang di turunkan ke bumi oleh Tuhan.
Jika anda ingin pergi ke sini, Anda bisa menggunakan kendaraan pribadi karena tak ada angkutan umum ke sana. Dari Kota Lumajang Anda bisa langsung menuju ke Kecamatan Senduro, setelah itu langsung ke Desa Argosari di pekirakan ditempuh dengan jarak 40 km. Pastikan kendaraan yang dipakai dalam kondisi prima, karena sepanjang jalan akan menemui jalan terjal dan agak rusak. Sangat tak disarankan membawa sepeda motor matic karena sangat riskan sekali dengan jalanan yang menanjak. Lebih baik pakai sepeda motor bebek atau sepeda motor yang kuat untuk medan-medan yang terjal.
Di desa Argosari anda bisa menitipkan kendaraan di rumah penduduk yang menyediakan lahan parkir, di sana anda akan disambut senyuman ramah penduduk desa yang sebagian besar merupakan suku Tengger. Dimana Suku Tengger merupakan sub suku jawa. Orang- orang Tengger yang diyakini sebagai keturunan asli Majapahit ini mayoritas menganut agama Hindu. Kata “Tengger” berasal dari Legenda Roro Anteng dan Joko Seger. baca disini untuk Legenda Gunung Bromo Tengger.
Walaupun menggunakan bahasa Jawa dalam kehidupan sehari-hari, suku ini memiliki dialek turunan bahasa Kawi dan mempertahankan kalimat-kalimat kuno yang tidak lagi digunakan dalam bahasa Jawa modern. Mata pencaharian mereka antara lain petani sayur kembang kol, bawang prei, dan kentang.
Di lanjutkan perjalanan anda kira-kira 15 menit menuju puncak. Sesampainya di puncak B29, keindahan dari 2 sisi, yakni Timur VS Barat yang mana bila anda melihat ke arah timur bisa terlihat Kabupaten Lumajang secara keseluruhan, dan juga sekaligus bisa menikmati Mata gunung Bromo dan Batok menjadi bonus pembayar lelah. Anda juga akan disuguhi pemandangan indah berada di atas awan. Tidak salah jika pemerintah Kabupaten Lumajang memberi nama Puncak B-29negeri di atas awan. Hamparan luas ladang sayuran dengan karakteristik pegunungan seolah bisa dijangkau tangan. Hawa dingin melengkapi pesona ini. Karenanya, jangan tinggalkan jaket Anda di rumah karena suhu di daerah sini lebih dingin dibanding daerah lain.




PERKEBUNAN TEH KERTOWONO GUCIALIT



Tempat wisata yang bisa Anda kunjungi adalah Perkebunan Tek Kertowono Gucialit. Berada di Desa Gucialit Kecamatan Gucialit. Disana Anda akan disuguhkan dengan keindahan hamparan kebun teh yang sangat luas, dan pabrik teh peninggalan Belanda yang masih beroperasi dengan baik.




GOA TETES PRONOJIWO LUMAJANG INDONESIA



Goa bima diyakini sebagai lorong penghubung ke kerajaan laut selatan. Karenanya banyak orang menjaiankan ritual di sana dengan harapan bisa mendapat berkah daripenguasa kerajaan gaib tersebut.

Goa Bima Lumajang0001Matahari bersinar dengan teriknya, memancarkan hawa panas di sekitar kawas- an pesisir pantai selatan Desa Kajaran, Kecamatan Pasirian, Kabupaten” Lumajang, Jawa Timur.  Seolah tak peduli dengan terik matahari yang menyengat kulit tersebut, seorang pria paruh baya berjalan perlahan menyusuri jalan setapak, yang membelah hamparan ladang semangka yang berada di dekat pantai.

Tepat di bawah sebuah bukit batu yang menjulang di tengah ladang, Slamet, demikian nama pria tersebut berhenti. Sejenak matanya tertuju pada seekor burung elang yang menjaga sarangnya di puncak bukit. Selanjutnya dengan sikap hati-hati, dia rneiangkah menerobos rimbunnya semak belukar yang tumbuh di kaki bukit itu.

Sesekali dia tampak berusaha menjaga keseimbangan badannya saat meniti jalan setapak menanjak yang menuju ke sebuah ceruk, tepat di kaki bukit tersebut. Ceruk itu adalah tempat yang selama ini kerap dipakai oleh warga untuk berteduh manakala hujan mengguyur.

Goa Bima Lumajang0002Namun sejak beberapa tahun terakhir, fungsi ceruk itu telah berubah, setelah berhembus kabar bahwa ce­ruk tersebut menjadi pintu gerbang untuk menembus kerajaan Laut Selatan. Beberapa orang kerap ditemui tengah menjalankan tapa semedi di dalam ceruk sedalam sekitar lima meter itu. Bahkan tak jarang, mereka yang merasa hajatnya terkabul, selalu mengadakan selamatan di pelataran ceruk tersebut.

Goa Bima, demikian warga sekitar menyebut ceruk yang bagian depannya tertutup rimbunnya semak belu­kar itu. Bagi mereka yang baru pertama kali datang ke tempat ini, tentu akan dibuat bingung. Sebab, dari jalanan keberadaan goa ini nyaris tidak terlihat. Apalagi suasana di sekitarnya selalau terlihat sepi, karena war­ga enggan mendekat, kalau tidak terpaksa.

“Di sana banyak ularnya. Daripada nanti digigit ular, mending tidak usah ke sana,” ungkap sahadi, salah seorang warga yang tengah menjaga ladang semangkanya kepada LIBERTY.

Alasan Sahadi cukup masuk akal. Sebab bila melihat kondisi di sekitar goa tersebut, memang akan sangat ideal bagi habitat berbagai jenis ular. Sebab selain dinaungi sebatang pohon iprik raksasa dengan sulur-sulur nya yang memanjang, hampir seluruh permukaan tanah di depan mulut goa itu ditumbuhi semak belukar. Sehingga sangat memungkinkan bagi ternpat persembunyian ular dan beberapa jenis binatang lain.

Ritual Khusus

Namun begitu, hal itu sepertinya tidak menyurutkan para pemburu berkah yang menjalankan ritual di sana. Bagi para pelaku ritual itu, ular atau binatang yang lain dipandang sebagai bagian dari ujian awal. Yang mana bila hal itu bisa dilewati, akan membawa mereka menemukan kebahagiaan sejati seperti yang diharapkannya.

Pun demikian halnya dengan Slamet, yang tengah berusaha menyibak rimbunnya semak, guna memasuki Goa Bima. Namun bukannya mau menjalankan ritual, pria asal Kota Lumajang ini hanya sekedar ingin tahu kondisi goa yang sempat dikenal sebagai tempat mencari pesugihan itu.

“Saya cuma penasaran saja de­ngan cerita dari orang-orang, yang katanya bisa jadi kaya setelah ritual di sini. Makanya saya ingin melihat bagaimana kondisi goa ini. Saya sendiri kebetulan suka dengan hal-hal yang bersifat mistik, dan kalau dari pengamatan mata batin saya, energi di goa ini memang sangat kuat. Sehingga memang sangat cocok untuk dipakai sebagai tempat ritual,” jelas- nya.

Entah benar atau tidak, namun yang pasti telah bayak orang yang percaya akan kekuatan dari goa ini. Karenanya, tiap malam-malam tertentu, selaju saja ada orang yang datang untuk menjalankan ritual di sana. Nama Bima sendiri diambil karena konon tikoh Pandawa tersebut pernah menjalankan tapa semedi di goa ini sebelum memutuskan masuk ke laut dalam cerita Dewaruci.

Dalam cerita tersebut dikisahkan bahwa Bima berhasil mengetahui rahasia kehidupan, setelah menemui sosok wujud dirinya sendiri dalam lautan. Dengan bisa mengetahui ra­hasia kehidupan, maka seseorang akan bisa mendapatkan segala apa yang diinginkan. Karena itulah, kemudian banyak orang yang berusaha mengikuti apa yang dilakukan oleh Bima di tempat ini.

Goa ini sendiri juga diyakini memiliki keterkaitan erat dengan kera- jaan laut selatan. Sebab di dalam ruangan goa terdapat sebuah lorong berdiameter sekitar satu meter yang konon tembus hingga ke dasar laut. Lorong itulah yang diyakini sebagai gerbang menuju ke kerajaan yang dikuasai oleh Nyi Roro Kidul itu.

Namun sayang, dari keterangan warga sekitar, sampai saat ini belum ada orang yang berani memasuki lorong tersebut hingga ke ujungnya. Begitu gelapnya lorong sempit itu, membuat siapa saja yang masuk kerap dibayangi hal-hal yang menakut- kan. Termasuk kemungkinan adanya binatang buas yang menghuni lo­rong itu.

“Kalau kata orang yang pernah mencoba masuk, di dalamnya ter- dengar seperti ada suara mendesis. Mungkin itu suara ular. Soalnya me­mang di tempat itu anyak ularnya. Makanya tidak ada orang yang berani masuk, apalagi lorong itu seperti tidak berujung. Sebab saat disorot de­ngan lampu senter, sinar lampu itu seperti tidak bisa menggapai ujung­nya,” terang Sahadi.

Karena itulah, umum- nya para pelaku ritual hanya akan menjalankan olah batin di ruangan depan goa. Hal ini terlihat dari begitu banyaknya sisa pembakaran dupa, serta bunga-bunga kering, sebagai bagian. dari kelengkapan ritual, di ruangan ini. Terkait hal ini Sahadi mengungkapkan bahwa ritual yang di­lakukan di tempat ini terbilang sangat sederhana.

“Mereka yang datang ke sini umumnya me­mang mencari kekayaan. Tapi saya ti­dak tahu bagaimana caranya. Kalau yang pernah saya lihat, mereka cuma duduk bersemedi sambil membakar kemenyan selama semalam suntuk. Mungkin pada tengah malam saat ri­tual itulah, muncul mahluk gaib yang akan mewujudkan keinginan orang itu,” ungkapnya.

Selain itu, bagi mereka yang sudah berhasil, sepertinya ada syarat tidak tertulis yang harus dipenuhi, yaitu menggelar selamatan di ruang­an goa. Sahadi dan teman-temannya mengaku kerap mendapat bagian sa­at ada orang yang menggelar sela­matan di sana.




AIR TERJUN MANGGISAN SENDURO LUMAJANG INDONESIA



Air terjun manggisan secara administratif terletak di desa Kandangan kec. Senduro kab. Lumajang. Untuk menuju ke air terjun manggisan ini, dari kota ikuti petunjuk ke Senduro, setelah sampai di kec. Senduro terus aja ikuti jalan utama ke arah utara sampai masuk desa Kandangan. Dari desa Kandangan tanya warga karena akses selanjutnya melewati jalan setapak di area ladang penduduk dan hutan. Kondisi jalan setapak memiliki banyak percabangan, oleh karena itu selama menyisir jalan setapak jika bertemu warga jangan sungkan untuk bertanya agar tidak tersesat.




Pemandian Alam Selokambang Lumajang Indonesia



PEMANDIAN  alam Selokambang terletak di Desa Purwosono, Kecamatan Sumbersoko, Kabupaten Lumajang. Wisata ini merupakan obyek wisata  andalan yang dipercaya masyarakat bahwa mandi di pemandian tersebut dapat menyembuhkan penyakit. “Selain berwisata untuk menikmati pemandangan alam yang indah dan berhawa sejuk, juga ada keyakinan kalau mandi di sana itu bisa menghilangkan berbagai penyakit seperti rematik, gatal-gatal karena sumbemya dari mata air asli. Jadi, disamping sebagai wisata pemandian bisa juga disebut sebagai wisata terapi. Ini bisa dibuktikan ketika setiap pukullima pagi banyak orang yang mandi terapi,” kata Kasi Promosi Pariwisata, Seni dan Budaya Kabupaten Lumajang, Indrijanto SH.

Selokambang sendiri artinya adalah batu terapung. Banyak cerita soal asal muasal pemandian Selokambang. Di antaranya menurut legenda, pada masa kerajaan Majapahit ada seseorang yang menyelamatkan diri dari peperangan dan menyembuyikan sesuatu di balik batu besar di tepi danau. Dengan bantuan petapa sakti, batu tersebut digeser dan masuk ke danau. Anehnya, batu itu tidak tenggelam melainkan terapung sehingga dinamai batu apung (selokambang). Pemandian Selokambang berjarak sekitar 7 km ke arah barat kota  Lumajang bisa ditempuh sekitar 15 menit perjalanan. Air pemandian ini adalah air sumber yang muncul di bawah tiga pohon beringin yang ada di sisi barat. Air sumber ini mengalir sampai ke ujung kota Lumajang, sehingga kebanyakan aliran-aliran sungai kecil mulai dari Selokambang hingga ke kota yang terlihat hanyalah air yang jernih karena memang berasal dari sumber ini.

Lokasinya memang sangat teduh dan berhawa dingin. Setiap pengunjug dipungut karcis masuk Rp3.000. Fasilitas yang tersedia disamping pemandangan alam dan area utama yaitu pemandian, di sisi atas ada lapangan tenis, di samping pintu masuk ada kolam khusus anak-anak. Di sebelah selatan, ada perahu dayung. Dari tempat ini bisa melihat berbagai jenis ikan seperti ikan mujair, nila, tawes, wader, sepat, tombro dan gurami. Di pemandian ini juga tersedia papan seluncur. Tapi sebelum menceburkan diri ke kolam, sebaiknya membasahi badan dengan air dan melakukan pemanasan. Jika langsung menceburkan diri, maka badan akan terasa dingin dan takkan mampu menikmati renang karena akan merasa cepat kedinginan.

Tapi tidak perlu khawatir kalau merasa kedinginan, disebelah kalam ada beberapa warung yang menyediakan makanan hangat. Ada garengan seperti ote-ote dan tahu petis atau kapi dan susu panas yang langsung bisa dinikmati di pinggir kalam. Bagi mereka yang tidak bisa berenang, di sana ada penyewaan ban. Biasanya waktu yang cukup ramai pengunjung adalah ketika Idul Fitri. “Bagi masyarakat Lumajang setiap Idul Fitri selain ke pantai yang hukumnya wajib, pulang dari pantai langsung ke Selokambang. Bisa dikatakan pengunjung hari raya ini membludak sampai H+10. Parkir kendaraan pun sampai meluber,”  tambah Indrijanto.

Kepala Kantor Pariwisata, Seni dan Budaya Kabupaten Lumajang, Drs. Hendro Iswahyudi, mengatakan target PAD untuk pemandian alam Selokambang paling tinggi di antara obyek wisata yang ada di Lumajang. “Khusus pemandian Selokambang tahun lalu dikelola PD Lumajang dengan target PAD cuma Rp380 juta. Tahun ini setelah dike lola Kantor Pariwisata, Seni dan Budaya langsung dibebani target Rp800 juta itu. Sementara target secara keseluruhan semua obyek wisata di Lumajang sebesar Rp1,3 miliar. Insya Allah target tersebut bisa kita penuhi, karena dikelola orang-orang muda,” jelas Hendro Iswahyudi optimistis. Menurutnya, promosi obyek wisata di Lumajang yang paling efektif lewat kendaraan dinas.

Namun ketika seluruh masyarakat mengetahui obyek wisata yang dipromosikan justru membuat bumerang pihaknya, karena tidak semua sarana/prasarana obyek wisata di Lumajang siap. “Akibatnya banyak wisatawan dari luar kota yang datang kecewa. Sebagian besar obyek wisata yang belum dikelola merupakan obyek wisata alam seperti pantai, air terjun, gua, danau (ranu) dan panorama pegunungan,” katanya.

Beberapa obyek wisata yang belum dikelola antara lain Pantai Pampa yang terletak di Kecamatan Tempeh, Air Terjun Manggis di Kecamatan Senduro, Gua Bima di Kecamatan Pasirian, Ranu Glebeg di Kecamatan Randuagung dan Panorama Puncak B-29 Argosari di Kecamatan Senduro.

PANTAI WATU GODEK LUMAJANG INDONESIA



Obyek wisata Watu Godeg dan Watu Godeg adalah pantai, yang terletak di kecamtan Tempursari, 80 Km arah selatan kota Lumajang. Pantai ini merupakan pantai dengan pemandangan yang indah, dengan hijaunya perbukitan menjadi latar belakang yang sangat hidup.

Masyarakat sekitar percaya bahwa dengan mengunjungi dan mandi di laut ini bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit kulit. Usut punya usut nama Watu Godeg diambil dari keberadaan batu besar di tepi pantai itu. Dalam bahasa Jawa, Watu berarti Batu, dan Godeg adalah sejenis penyakit kulit seperti panu dan kudis.




Ranu Klakah Lumajang Indonesia



Ranu Klakah adalah sebuah danau di kecamatan Klakah, Lumajang, Jawa Timur. Letaknya sekitar 10 km di sebelah utara kota Lumajang. Danau ini berada pada ketinggian 900 meter dari permukaan laut, dengan luas 22 hektare dan kedalaman 28 m yang dilatar belakangi gunung Lamongan dengan ketinggian sekitar 1.668 m dari permukaan laut, serta didukung oleh udara yang sejuk dan segar. Ranu Klakah oleh masyarakat setempat dipergunakan sebagai tempat budidaya ikan mujair dan ikan nila.

Di dekat Ranu Klakah masih ada dua danau lain, yaitu Ranu Bedali dan Ranu Pakis.