Sunday, September 13, 2015

Kue Kontol Kambing atau Kue Kokam

Mendengar namanya pasti kalian langsung membayangkan alat kelamin binatang yang bernama kambing, wajar saja kalau anda membayangkan seperti itu. Bagi Masyarakat Surabaya atau Jawa Timur sekitar tahun 80-an kebawah pasti sudah tahu, bila mereka ngga tahu berarti mereka terlewatkan akan masa jaya kontol kambing. Kontol Kambing yang saya maksud disini adalah nama untuk jajanan atau kue.

Kontol Kambing atau biasa disebut Kolkam bila orang merasa risih untuk menyebutnya secara lengkap merupakan nama jajanan yang sebenarnya mirip dengan onde-onde, yaitu isi di dalamnya berupa kacang ijo/kacang merah, tetapi kulitnya dari adonan seperti yang dipakai buat pisang goreng. Dan kenapa jajanan ini dinamakan "Kontol Kambing" karena memang bentuknya unik, kacang ijo (seperti isi onde-onde) dibuat bulat dua buah dan dilekatkan dengan adonan kulitnya lalu digoreng. dan jadilah bola kembar warna coklat, yang kalau dilihat bentuknya mirip dengan Kontol Kambing, karena itulah jajanan ini diberi nama "Kontol Kambing".





Kue Donat

Donat (doughnuts atau donut) adalah penganan yang digoreng, dibuat dari adonan tepung terigu, gula, telur dan mentega. Donat yang paling umum adalah donat berbentuk cincin dengan lubang di tengah dan donat berbentuk bundar dengan isi yang rasanya manis, seperti berbagai jenis selai, jelly, krim, dan custard.

Donat sama sekali berbeda dengan bagel, mulai dari bahan adonan, teknik pembuatan hingga cara menghidangkan, walaupun keduanya memiliki bentuk yang hampir sama.

Donat bisa dibentuk dengan menyatukan kedua sisi adonan berbentuk persegi panjang hingga membentuk cincin atau menggunakan pemotong otomatis yang sekaligus membuat lubang di tengah adonan donat. Lubang pada donat berbentuk cincin dulunya dimaksudkan agar donat cepat matang sewaktu digoreng. Adonan donat yang tersisa sewaktu membuat donat berbentuk cincin sering dijual sebagai doughnut hole atau dicampurkan lagi ke dalam adonan untuk membuat donat baru.

Adonan donat terdiri dari dua jenis, adonan yang dibangunkan dengan ragi seperti adonan roti, dan adonan kental seperti adonan kue. Donat dari adonan tepung yang memakai ragi biasanya kadar lemak 25% dari berat donat, sedangkan donat adonan cake mengandung kadar lemak 20%. Donat dari adonan cake digoreng selama 90 detik bolak-balik di dalam minyak bersuhu antara 190? hingga 198?. Sedangkan donat dari adonan tepung yang dibangunkan oleh ragi memerlukan waktu penggorengan yang lebih lama (sekitar 150 detik) di dalam minyak bersuhu 182? hingga 190?.

Setelah matang, permukaan donat bisa dihias dengan taburan gula icing atau gula halus bercampur bubuk kayu manis, dicelup glasir berupa campuran madu dan gula, disiram coklat cair dan ditaburi coklat butir beraneka warna di atasnya. Selai, jelly atau custard yang menjadi isi donat disuntikkan dengan alat spuit.

Gerai donat dan toko roti memiliki banyak variasi bentuk donat, mulai dari donat berbentuk kuku beruang, persegi panjang yang disebut long john, gelang yang merupakan untaian beberapa bulatan kecil (Pon de ring, merek dagang Mister Donut), hingga donat berbentuk seperti tali yang berpilin (crullers). Donat berukuran sekali suap dinamakan Munchkin di Dunkin' Donuts atau sebagai Timbit di restoran Tim Hortons Kanada.

Donat sangat lekat dengan kebudayaan Amerika seperti halnya hamburger. Di Amerika Utara sampai tercipta stereotip polisi patroli sebagai pemakan donat. Gerai donat sering buka sepanjang malam dan polisi sering mengunjungi gerai donat yang menyediakan donat dan kopi gratis. Homer Simpson dan Kepala Polisi Clancy Wiggum dalam film kartun The Simpsons adalah penggemar berat makan donat.





Resep Roti Goreng

Bahan-bahan

- 500 gr tepung terigu sesuai pilihan
- 1 sdm ragi
- 1 sdt baking powder
- 100 gr gula pasir
- 1 butir telur
- 400 ml susu cair tawar
- Mentega atau margarine
- 2 sdt garam
- 300 gr coklat batangan

Cara Membuat

- Ayak tepung terigu terlebih dahulu supaya lebih halus.

- Campurkan tepung terigu, ragi, baking powder dan gula pasir.

- Haduk hingga tercampur rata.

- Kupas telur dan campurkan dengan 250 ml susu cair tawar dalam wadah bersih.

- Haduk hingga telur dan susu saling bercampur.

- Tuang adonan telur ke adonan tepung secara perlahan sambil diaduk. Jika pengadukan menggunakan mixer, gunakan kecepatan sedang untuk mengaduk.

- Lakukan proses pengadukan hingga kurang lebih 15 menit atau hingga adonan menjadi kalis (ketika diangkat tidak ada adonan yang terpisah).

- Jika adonan sudah kalis, ambil adonan sesuai perkiraan, bentuk menjadi bulatan-bulatan.

- Diamkan kurang lebih 30 menit sehingga adonan bulat menjadi mengembang.

- Potong batang coklat menjadi bagian-bagian kecil, masukkan dalam panci.

- Campurkan sisa susu cair, panaskan dengan kadar api sedang.

- Haduk adonan coklat terus-menerus sehingga tidak ada yang menempel di panci.

- Ambil adonan roti, buat sedikit lubang di bagian tengah.

- Tuangkan dengan campuran coklat sesuai selera. Jangan terlalu banyak menuangkan coklat karena akan mengakibatkan roti susah dibentuk lagi.

- Rapatkan lubang kecil dengan bantuan kedua jari (ibu jari dan telunjuk).

- Siapkan wadah datar dan taburkan keseluruhan wadah dengan terigu agar adonan tidak menempel di wadah.

- Lakukan pada keseluruhan adonan roti.

- Biarkan selama kurang lebih 15 menit.

- Tuang minyak dalam penggorengan. Gunakan cukup banyak minyak sehingga nantinya keseluruhan roti dapat terendam.

- Goreng roti dengan kadar api kecil untuk menghindari gosong dibagian permukaan saja.

- Goreng hingga warna berubah kekuningan.

- Angkat dan tiriskan.

- Sajikan selagi hangat.





Roti Goreng

Masyarakat Jakarta yang sudah terbiasa dengan makanan gorengan menjadikan menu roti goreng menjadi salah satu cemilan yang akan diburu banyak orang. Makanan ringan yang satu ini dapat dimonifikasi dengan memberikan alternatif isi di dalamnya yang sangat beragam. Bahkan kini masyarakat dapat mengisi roti goreng dengan es krim. Dua citra rasa dapat sekaligus Anda nikmati dalam satu makanan yaitu rasa panas dan juga dingin. Dua sensasi yang terkadang bertolak belakang. Untuk kali ini, penulis akan mencoba variasi yang umum digemari siapapun, yaitu roti goreng isi coklat. Dilain kesempatan, pembaca dapat mencobanya dengan beragam varian lainnya. Sensasi rasanya yang gurih dan coklat yang keluar ketika digigit tidak akan mudah dilupakan para penggemarnya.






Tradisi dan Budaya Gorontalo

Tradisi Umum Warga Gorontalo

      Dilihat secara global terlebih dulu, sulawesi munculnya bukan karena sulawesi itu memang ada, seperti pulau jawa ataupun sumatra. Sulawesi muncul karena adanya proses epirogenesa negatif, yang maksudnya karena pengangkatan batuan di dasar laut dan menurunnya lautan. Yang berakibat munculnya pulau sulawesi.

      Dan karena proses itulah, gorontalo dikelilingi oleh gunung kapur. Tak heran pula Gorontalo beriklim panas tropis yang panasnya menyengat kulit. Maka disetiap tempat tertutup di gorontalo, misalkan kantor, ruang sekolah, dan lainnya terdapat AC. Karena memang sangat dibutuhkan dan sangat membantu pekerjaan atau kegiatan.

      Juga ada yang lucu dengan tradisi jadwal dagang di Gorontalo, apabila hari sudah mulai siang sekitar jam 12 siang, banyak toko yang tutup karena hari sudah mulai panas. Para pedagang juga banyak yang tutup saat di hari libur. Padahal logikanya, akan banyak pembeli saat hari libur, hal ini sungguh berbeda dengan teori mereka kebanyakan.

      Hal tersebut dikarenakan, taraf hidup di gorontalo masih sangat tinggi, lapangan pekerjaan masih sangat banyak, berbeda dengan di jawa karena di Gorontalo jumlah lapangan kerja masih sangat banyak dikarenakan jumlah penduduk yang masih minim, maka mereka dalam mengais rejeki tidak terlalu bekerja keras karena standartnya, dengan usaha mereka yang tidak sebegitu besar dibandingkan usaha orang jawa misalnya, mereka sudah mendapatkan hasil yang besar.
Maka, taraf hidup suatu wilayah juga menyebabkan timbulnya tradisi yang berbeda dengan yang lain. Gorontalo dengan taraf hidup tinggi, memunculkan tradisi tertentu yang berbeda dengan taraf hidup di Jawa yang tentunya perjuangannya lebih besar dibandingkan di Gorontalo.

Asal Usul Kebudayaan Tumbilotohe

      Adapun tradisi tumbilotohe yakni tradisi pasang lampu atau menyalakan lampu, merupakan tradisi yang diilakukan oleh orang-orang terdahulu Gorontalo saat penghujung bulan suci ramadhan. Mereka menyalakan lampu minyak di depan rumah mereka guna menerangi jalan menuju masjid.

      Seperti diketahui bersama, bahwa pada zaman belum adanya lampu di desa, warga menggunakan lampu minyak sebagai penerang. Oleh karenanya, pada saat malam-malam penghujung ramadhan para warga gorontalo, yang di sana masih belum adanya penerangan berupa lampu elektrik. Mereka menyalakan lampu minyak di depan rumah-rumah  mereka guna membantu penerangan bagi orang-orang yang akan menuju mesjid untuk menunaikan ibadah di bulan suci romadhon, seperti terawih, takbiran ataupun i’tikaf di masjid.

      Kebudayaan tumbilotohe secara terus menerus dibudayakan oleh warga Gorontalo saat menjelang bulan romadhon hingga kini. Meskipun sebenarnya hal itu sudah tidak perlu lagi dilakukan. Bila dilihat dari tujuan dilaksanakannya tumbilotohe yang dahulu yakni guna menerangi jalan para warga yang akan beribadah ke masjid, sekarang seharusnya sudah tidak perlu, karena di sepanjang jalan sekarang ini telah diterangi oleh lampu yang sudah sangat membantu penerangan.

Tradisi Wajib Makan saat Lebaran

      seperti tradisi lebaran di wilayah lain, di Gorontalo setelah melaksanakan sholat idul fitri mereka halal bi halal yang dimulai dari keluarga dekat, para tetangga kemudian para kerabat jauh.

      Adapun tradisi unik di Gorontalo saat lebaran yakni, apabila kita pergi ke tempat tetangga kita, misalkan. Kita pasti akan dipersilahkan untuk makan. Tidak hanya disuguhi makanan ringan layaknya di Jawa. Di Gorontalo, semua tamu harus merasakan makanan yang tersedia di rumah tersebut meskipun hanya sesendok, begitu ibaratnya.

      Sehingga, berlebaran di Gorontalo tentunya membutuhkan biaya yang lebih besar dibandingkan dengan di jawa yang hanya memberikan suguhan makanan ringan. Juga, bila berlebaran di sana, kita sebagai pengunjung rumah-rumah akan merasakan kenyang yang teramat sangat. Bagaimana tidak, pada tiap kunjungan kita akan dihidangi makanan yang pastinya kita diharuskan untuk mencicipi makanan tersebut.

 Hari Raya Ketupat kampung Jawa

Di Gorontalo juga ada tradisi kupatan, seperti halnya daerah yang lainnya. Tapi ada yang lain dengan tradisi di Gorontalo, pada saat hari raya ketupat yang membedakan dengan hari raya ketupat di daerah-daerah yang lain. Di jawa misalnya, jika hari raya ketupat tradisinya membagi-bagi ketupat kepada para tetangga.  Tapi beda halnya dengan hari raya ketupat di Gorontalo.

Saat hari raya ketupat tiba, tepatnya seminggu setelah hari raya idul fitri, banyak dari warga Gorontalo akan berbondong-bondong pergi ke kampung jawa. Kampung jawa adalah tempat  dimana di sana terkumpul warga yang kebanyakan pendatang dari jawa. Dan di sanalah hari raya ketupat di rayakan, banyak warga Gorontalo yang berbondong-bondong datang ke perkampungan itu untuk menikmati makanan khas kampung jawa. Nama makanannya nasi bulu, hanya di buat di saat hari raya ketupat, juga hanya di kampung jawa.

Semua orang dari segala wilayah Gorontalo berbondong-bondong ke sana untuk merayakan hari raya ketupat. Meskipun mereka tidak ada keluarga ataupun kerabat di sana, mereka bisa bebas berkunjung ke salah satu rumah penduduk di sana. Karena, tiap warga di kampung jawa itu mempersilahkan orang-orang untuk menikmati hidangan, meskipun mereka tidak dikenal. Semua warga warga di kampung jawa open house atas rumahnya dan juga pastinya akan menghidangkan makanan khas nasi bulu secara cuma-cuma.

Nasi bulu ini khusus dibuat di kampung jawa, karena memang hanya warga kampung jawalah yang paling mengerti dalam memproduksi makanan nasi bulu ini. Kalaupun ada wilayah lain yang bisa membuat nasi bulu, rasanya tidak akan sekhas buatan nasi bulu warga kampung jawa. Padahal, bahan-bahan untuk membuat nasi bulu hanya biasa saja. Hanya beras yang di masak dalam bambu. Tapi memang sepertinya kampung jawa punya keahlian tersendiri dalam membuat nasi bulu.
Atau, jika tidak demikian, ini memang sudah menjadi tradisi mulai terdahulu untuk selalu mengunjungi kampung jawa saat hari raya ketupat. Karena memang sudah dari dulu, di sanalah pusat perayaan hari raya ketupat.

Dahulu, memang yang mengawali adanya acara hari raya ketupat memang dimulai dari kampung jawa. Jadi warga kampung jawa akan mengundang semua kenalan mereka untuk berkunjung ke rumah mereka yang ada di kampung jawa. Dan dihidangkan makanan khas nasi bulu yang memang berasal dari kampung jawa.

Hal inilah yang membuat hari raya ketupat di Gorontalo berbeda dengan di wilayah yang lain. Karena adanya kampung jawa yang khas dengan open housenya juga makanan khasnya,yakni  nasi bulu.






Seni dan Budaya Sulawesi Tenggara

Sulawesi Tenggara terletak antara 3 derajat sampai 6 derajat Lintang Selatan dan 120 - 124.06 derajad Bujur Timur berbatasan dengan Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah di sebelah Utara, laut Flores disebelah Selatan, dan dengan laut Banda di bagian Timur serta teluk Bone di bagian Barat. Jumlah penduduk saat ini diperkirakan sekitar 1.594.990 jiwa dengan penduduk asli yang terdiri dari 5 jenis suku yang berbeda yaitu, suku Tolaki, suku Morunene, suku Buton, suku Muna dan suku Bajo.

Sulawesi Tengara dapat dicapai melalui udara dari Jakarta atau Surabaya melalui Ujung Pandang dengan pesawat merpati Airlines dan melalui laut dilayani oleh PELNI, memlalui darat dapat dicapai melalui kota-kota propinsi di Sulawesi. Obyek dan daya tarik wisata Propinsi Sulawesi Tenggara selain seni budaya dan adat istiadat juga bertumpu pada obyek-obyek dan daya tarik wisata alam khususnya wisata bahari.

Menurut Yayasan Wallacea dan Eco Survey dari Inggeris yang bekerja sama dengan LIPI diketahui bahwa di gugusan pulau-pulau Tukang besi ( WAKATOBI) terdapat taman laut yang indah yang kaya dengan biota laut. Taman laut di kawasan tersebut mempunyai rating (nilai) yang tinggi dan merupakan salah satu taman laut terbaik di dunia. Hampir di seluruh wilayah Sulawesi Tenggara mempunyai jenis tarian khusus, namun ada satu tarian yang identik dengan Sulawesi Tenggara yang dinamakan tarian "Lulo" atau "Molulo". Tarian ini pada awalnya merupakan tarian yang sakral dan penuh filosofis, namun dalam perkembangannya Molulo sekarang sudah menjadi tarian pergaulan atau tarian rakyat yang biasanyan dilakukan secara spontan pada setiap acara baik itu acara pesta ataupun acara-acara pesta yang dilaksanakan oleh instansi-instansi atau ogranisasi.
Salah satu atraksi unik di Sulawesi Tenggara terdapat di Muna yaitu atraksi adu kuda jantan yang memperebutkan kuda betina. Atraksi tersebut sangat menarik uantuk ditonton dan sudah dikenal oleh para wisatawan.

Ada beberapa tradisi yang berasal dari Sulawesi tenggara ini dan ini mungkin menjadi bagian dari adat istiadat di masyarakat Sulawesi Tenggara. Diantara adat istiadat tersebuta adalah Tradisi Kalosara, Tradisi Karia, Layangan Tradisional "Kaghati", Tradisi Pusuo serta Pesta Adat Pakande Kandea.

Kebudayaan Daerah, Upacara Adat serta seni tradisional di Sulawesi Tenggara :
Sama seperti daerah lain yang juga memiliki nilai nilai tradisi yang kental di propinsi Sulawesi Tenggara ini juga terdapat upacara adat warisan turun temurun. Keunikan tradisi yang berupa upacara adat ini tentu layak di lestarikan demi kemajuan budaya dan wisata indonesia.

  1. Upacara Adat Posuo (Masyarakat Buton Raya)
  2. Upacara Adat Kabuenga, dari Kabupaten Wakatobi
  3. Upacara Adat Karia, dari Wangi-wangi di Kabupaten Wakatobi
  4. Upacara Adat Mataa, dari Kabupaten Buton
  5. Upacara Adat Tururangiana Andala, dari Pulau Makassar di Kota Baubau
  6. Upacara Adat Religi Goraana Oputa, oleh masyarakat Buton Raya
  7. Upacara Adat Religi Qunua, oleh masyarakat Buton Raya
  8. Upcara adat Bangka Mbule Mbule di Kabupaten Wakatobi.

Seni Tari Tradisional daerah Sulawesi Tenggara :

  1. Tari Lariangi dari Kabupaten Wakatobi
  2. Tari Balumpa dari Kabupaten Wakatobi
  3. Tari Potong Pisang, dari Kabaena di Kabupaten Bombana
  4. Tari Lulo Alu, dari Kabaena Kabupaten Bombana





Seni dan Budaya Sulawesi Selatan

1. Rumah Adat

Rumah adat Sulawesi Selatan disebut Tongkonan. Tongkonan adalah rumah adat orang Toraja di Sulawesi Selatan. Kolong rumah itu berupa kandang kerbau belang atau tedong bonga. Kerbau ini merupakan lambang kekayaan, disepan rumah tersusun tanduk tanduk kerbau,sebagai perlambang pemiliknya telah berulang kali mengadakan upacara kematian secara besar besaran. Tongkonan terdiri dari 3 ruangan yaitu ruang tamu, ruang makan, dan ruang belakang.

2. Pakaian Adat

Pakaian adat Selawesi Selatan yang dipakai prianya berupa tutup kepala, baju yang disebut baju bella dada, sarung yang disebut tope, keris tata ropprng (terbungkus dari emas seluruhnya) dan gelang nada yang disebut pottonaga.

Sedangkan wanitanya memakai ikat kepala, baju lengan pendek, Tope atau sarung dengan rantainya, ikat pinggang dengan sebilah keris terselip didepan perut. Perhiasan yang dipakai adalah anting anting panjang atau bangkara a’rowe, kalung tunggal atau geno sibatu dan gelang tangan. Pakaian ini berdasarkan adat Bugis Makasar.

3. Tari tarian Daerah Selawesi Selatan

a. Tari Kipas, yang mempertunjukkan kemahiran para gadis dalam memainkan kipas dalam suasana gemuaku sambil mengikuti alunan lagu.
b. Tari Basaro,merupakan tarian untuk menyambut para tamu terhormat. Gerak gerakkan badannya sangat luwes.
c. Tari Bo’da, yang mendasarkan garapannya pada unsur gerak tari tradisional yang berkembang di Kabupaten Selayar. Dengan iringan musik Bo’da kesuluruhan gerakkannya menggambarkan luapan kegembiraan gadis gadis dimalam terang bulan pada saat menjelang musim panen.

4. Senjata Tradisional

Badik merupakan senjata tradisional yang sangat terkenal di Sulawesi Selatan. Bentuknya kokoh dan cukup mengerikan. Senjata terkenal lainnya adalah peda (semacam perang), sabel, tombak, dan perisai.

5. Suku  : Bugis, Makkasar, Mandar, Toraja, dan lain lain.

6. Bahasa Daerah : Makkasar, Bugis, Toraja, Mandar, dan lain lain.

7. Lagu Daerah : Angin Mamiri, Pakarena, Marencong.





Seni dan Budaya Sulawesi Tengah

Budaya

Sulawesi Tengah kaya akan budaya yang diwariskan secara turun-temurun. Tradisi yang menyangkut aspek kehidupan dipelihara dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Kepercayaan lama adalah warisan budaya yang tetap terpelihara dan dilakukan dalam beberapa bentuk dengan berbagai pengaruh modern serta pengaruh agama.

Karena banyak kelompok etnis mendiami Sulawesi Tengah, maka terdapat pula banyak perbedaan di antara etnis tersebut yang merupakan kekhasan yang harmonis dalam masyarakat. Mereka yang tinggal di pantai bagian barat kabupaten Donggala telah bercampur dengan masyarakat Bugis dari Sulawesi Selatan dan masyarakat Gorontalo. Di bagian timur pulau Sulawesi, juga terdapat pengaruh kuat Gorontalo dan Manado, terlihat dari dialek daerah Luwuk dan sebaran suku Gorontalo di kecamatan Bualemo yang cukup dominan.

Ada juga pengaruh dari Sumatera Barat seperti nampak dalam dekorasi upacara perkawinan. Kabupaten Donggala memiliki tradisi menenun kain warisan zaman Hindu. Pusat-pusat penenunan terdapat di Donggala Kodi, Watusampu, Palu, Tawaeli dan Banawa. Sistem tenun ikat ganda yang merupakan teknik spesial yang bermotif Bali, India dan Jepang masih dapat ditemukan.

Sementara masyarakat pegunungan memiliki budaya tersendiri yang banyak dipengaruhi suku Toraja, Sulawesi Selatan. Meski demikian, tradisi, adat, model pakaian dan arsitektur rumah berbeda dengan Toraja, seperti contohnya ialah mereka menggunakan kulit beringin sebagai pakaian penghangat badan. Rumah tradisional Sulawesi Tengah terbuat dari tiang dan dinding kayu yang beratap ilalang dan hanya memiliki satu ruang besar. Lobo atau duhunga merupakan ruang bersama atau aula yang digunakan untuk festival atau upacara, sedangkan Tambi merupakan rumah tempat tinggal. Selain rumah, ada pula lumbung padi yang disebut Gampiri.


Buya atau sarung seperti model Eropa hingga sepanjang pinggang dan keraba semacam blus yang dilengkapi dengan benang emas. Tali atau mahkota pada kepala diduga merupakan pengaruh kerajaan Eropa. Baju banjara yang disulam dengan benang emas merupakan baju laki-laki yang panjangnya hingga lutut. Daster atau sarung sutra yang membujur sepanjang dada hingga bahu, mahkota kepala yang berwarna-warni dan parang yang diselip di pinggang melengkapi pakaian adat.

Kesenian

Musik dan tarian di Sulawesi Tengah bervariasi antara daerah yang satu dengan lainnya. Musik tradisional memiliki instrumen seperti gong, kakula, lalove dan jimbe. Alat musik ini lebih berfungsi sebagai hiburan dan bukan sebagai bagian ritual keagamaan. Di wilayah beretnis Kaili sekitar pantai barat - waino - musik tradisional - ditampilkan ketika ada upacara kematian. Kesenian ini telah dikembangkan dalam bentuk yang lebih populer bagi para pemuda sebagai sarana mencari pasangan di suatu keramaian. Banyak tarian yang berasal dari kepercayaan keagamaan dan ditampilkan ketika festival.


Tari masyarakat yang terkenal adalah Dero yang berasal dari masyarakat Pamona, kabupaten Poso dan kemudian diikuti masyarakat Kulawi, kabupaten Donggala. Tarian dero khusus ditampilkan ketika musim panen, upacara penyambutan tamu, syukuran dan hari-hari besar tertentu. Dero adalah salah satu tarian dimana laki-laki dan perempuan berpegangan tangan dan membentuk lingkaran. Tarian ini bukan warisan leluhur tetapi merupakan kebiasaan selama pendudukan jepang di Indonesia ketika Perang Dunia II. Tarian in adalah tarian tradisional

Agama

Penduduk Sulawesi Tengah sebagian besar memeluk agama Islam. Tercatat 72.36% penduduknya memeluk agama Islam, 24.51% memeluk agama Kristen dan 3.13% memeluk agama Hindu serta Budha. Islam disebarkan di Sulawesi Tengah oleh Datuk Karama dan Datuk Mangaji, ulama dari Sumatera Barat; yang kemudian diteruskan oleh Al Alimul Allamah Al-Habib As Sayyed Idrus bin Salim Al Djufri, seorang guru pada sekolah Alkhairaat dan juga diusulkan sebagai Pahlawan nasional. Salah seorang cucunya yang bernama Salim Assegaf Al Jufri menduduki jabatan sebagai Menteri Sosial saat ini.


Agama Kristen pertama kali disebarkan di kabupaten Poso dan bagian selatan Donggala oleh misionaris Belanda, A.C Cruyt dan Adrian.

lklim

Garis khatulistiwa yang melintasi semenanjung bagian utara di Sulawesi Tengah membuat iklim daerah ini tropis. Akan tetapi berbeda dengan Jawa dan Bali serta sebagian pulau Sumatera, musim hujan di Sulawesi Tengah antara bulan April dan September sedangkan musim kemarau antara Oktober hingga Maret. Rata-rata curah hujan berkisar antara 800 sampai 3.000 milimeter per tahun yang termasuk curah hujan terendah di Indonesia.


Temperatur berkisar antara 25 sampai 31° Celsius untuk dataran dan pantai dengan tingkat kelembaban antara 71 sampai 76%. Di daerah pegunungan suhu dapat mencapai 16 sampai 22' Celsius.

Flora dan Fauna

Sulawesi merupakan zona perbatasan unik di wilayah Asia Oceania, dimana flora dan faunanya berbeda jauh dengan flora dan fauna Asia yang terbentang di Asia dengan batas Kalimantan, juga berbeda dengan flora dan fauna Oceania yang berada di Australia hingga Papua dan Pulau Timor. Garis maya yang membatasi zona ini disebut Wallace Line, sementara kekhasan flora dan faunanya disebut Wallacea, karena teori ini dikemukakan oleh Wallace seorang peneliti Inggris yang turut menemukan teori evolusi bersama Darwin. Sulawesi memiliki flora dan fauna tersendiri. Binatang khas pulau ini adalah anoa yang mirip kerbau, babirusa yang berbulu sedikit dan memiliki taring pada mulutnya, tersier, monyet tonkena Sulawesi, kuskus marsupial Sulawesi yang berwarna-warni yang merupakan varitas binatang berkantung serta burung maleo yang bertelur pada pasir yang panas.


Hutan Sulawesi juga memiliki ciri tersendiri, didominasi oleh kayu agatis yang berbeda dengan Sunda Besar yang didominasi oleh pinang-pinangan (spesies rhododenron). Variasi flora dan fauna merupakan obyek penelitian dan pengkajian ilmiah. Untuk melindungi flora dan fauna, telah ditetapkan taman nasional dan suaka alam seperti Taman Nasional Lore Lindu, Cagar Alam Morowali, Cagar Alam Tanjung Api dan terakhir adalah Suaka Margasatwa di Bangkiriang.

Senjata Tradisional

Senjata tradisional masyarakat Sulawesi Tengah adalah Parang (Guma), Tombak, Sumpit.






Seni dan Budaya Sulawesi Utara

Berikut ini beberapa Kebudayaan di Sulawesi Utara

Budaya mapalus

Mapalus merupakan sebuah tradisi budaya suku Minahasa dimana dalam mengerjakan segala sesuatu dilakukan secara bersama-sama atau gotong royong. Budaya mapalus mengandung arti yang sangat mendasar. Mapalus juga dikenal sebagai local Spirit and local wisdom masyarakat di Minahasa

Perayaan tulude

Perayaan tulude atau kunci taong (kunci tahun) dilaksanakan pada setiap akhir bulan januari dan diisi dengan upacara adat yang bersifat keagamaan dimana ungkapan puji dan syukur terhadap sang pencipta oleh karena berkat dan rahmat yang telah diterima pada tahun yang telah berlalu sambil memohon berkat serta pengampunan dosa sebagai bekal hidup pada tahun yang baru

Festival figura

Figura merupakan seni dan budaya yang diadopsi dari kesenian yunani klasik. Seni ini lebih dekat dengan seni pantomim atau seni menirukan laku atau watak dari seseorang tokoh yang dikenal atau diciptakan. Figura merupakan kesenian yang dapat menghadirkan dramaturgi pendek terhadap sosok atau perilaku tokoh-tokoh yang dianggap berperan dalam mengisi tradisi baik buruknya sosok dan watak seorang manusia. Oleh pemerintah kota Manado festival figura diselenggarakan dalam rangka pesta kunci taong layaknya perayaan tulude yang dilaksanakan oleh masyarakat sangihe

Toa Pe Kong atau Cap go meh

Seperti didaerah lainnya, perayaan/upacara ini juga rutin dilaksanakan di Sulawesi Utara apa terlebih di Kota Manado. Upacara ini dimeriahkan dengan atraksi dari Ince Pia yakni seorang yang memotong-motong badan dan mengiris lidah dengan pedang yang tajam serta menusuk pipi dengan jarum besar yang tajam akan tetapi si Ince Pia tidak terluka ketika

Pengucapan syukur

Pengucapan syukur merupakan tradisi masyarakat Minahasa yang mengucap syukur atas segala berkat yang telah Tuhan berikan. Biasanya pengucapan syukur dilaksanakan setelah panen dan dikaitkan dengan acara keagamaan untuk mensyukuri berkat Tuhan yang dirasakan terlebih panen yang dinikmati. Acara pengucapan syukur ini dilaksanakan setiap tahun oleh masyarakat suku Minahasa pada hari Minggu umumnya antara bulan Juni hingga Agustus. Saat pengucapan syukur hampir setiap keluarga menyediakan makanan untuk para tamu yang akan datang berkunjung apa terlebih makanan khas seperti nasi jaha dan dodol.






Seni dan Bedaya Sulawesi Barat

Saat ini Sulawesi Barat terkenal dengan kakaonya, kopi (robusta dan arabika), cengkeh, dan kelapa. Emas, batu bara, dan minyak telah menjadikan provinsi makmur. Lebih lengkapnya kebudayaan yang ada di Provinsi Sulawesi Barat ini akan kami sajikan dibawah ini.

1. Rumah adat

Rumah adat Mandar, yakni rumah panggung yang memiliki bentuk yang hampir sama dengan rumah adat suku Bugis dan Makassar. Perbedaanya pada bagian teras (lego) lebih besar dan atapnya seperti ember miring ke depan. Bentuk rumah panggung yang berdiri diatas tiang-tiangnya dimaksudkan untuk menghindari banjir dan binatang buas. Dan apabila semakin tinggi tingkat kolong rumah menandakan semakin tinggi pula tingkat status sosial pemiliknya.  Atap rumah umumnya terbuat dari sirap kayu besi, bambu, daun nipah, rumbia, ijuk atau ilalang. Tangga terbuat dari kayu (odeneng) atau bambu (sapana) dengan jumlah anak tangganya ganjil. Tingkat dinding berbentuk segitiga yang bersusun sebagai atap juga menunjukan kedudukan sosial pemilik rumah.

2. Pakaian Tradisional

Di Sulawesi Barat mempunyai keragaman baju tradisionalnya. Pakaian tradisional Sulawesi Barat biasanya dikenakan dalam pertunjukan tari, acara pernikahan dll yang memiliki keragaman dalam busananya.
Pakaian adat pada pria mengenakan jas yang tertutup dan berlengan panjang, dipadukan celana panjang sebagai pakaian bawahnya. Terdapat kain sarung yang dililitkan pada pinggangnya sampai kelutut. Sedangkan pakaian adat pada wanita Sulawesi Barat mengenakan baju Bodo dengan dihiasi kalung, gelang serta giwang. pada bagian kepala dikenakan sanggul dan beberapa hiasannya. Pakaian bawah dikenakan sarung yang dikenakan seperti rok.

3. Tari Daerah

- Tari Bamba Manurung, ditujukan sewaktu acara pesta Adat Mamuju yang dihadiri oleh para penghulu adat beserta para tokok adat. Pakaian tari ini disebut baju Badu, dan di hiasi oleh bunga melati beserta kipas sebagai perlengkapan tarinya.

- Tari Bulu Londong, ditujukan pada acara Rambutuka sebagai rasa syukur penduduknya.Pakaian tari ini mengenakan baju adat Mamasa yang berbahan bulu burung.  Perlengkapan tari yang dipakai adalah terompet, pedang atau tombak, sengo, kepala manusia dll.

- Tari patuddu ditujukan dalam acara untuk menyambut para tetamu dari luar maupun dalam negeri. Tarian ini merupakan tarian suku Mandar yang tinggal di Sulawesi Barat.

4. Senjata Tradisional: Badik

Badik atau badek bentuk khas yang dikembangkan oleh masyarakat Bugis dan Makassar.

6. Lagu Daerah: Bulu Londong, Malluya, Io-Io, Ma'pararuk.

7. Bahasa Daerah: Bahasa Mandar, Bahasa Bugis, Bahasa Toraja, Bahasa Makasar

8. Alat Musik Tradisional: Kecapi, cara memainkannya dengan  dipetik pada bagian senarnya.