Seni musik yang dikenal di daerah Kalimantan Tengah antara lain:
Chordophone
Kacapi
Rebab
Idiophone
Berbagai jenis Gong
Kangkanung
Membranophone
Berbagai jenis Kendang (Gandang)
Katambung
Seni vokal yang populer di daerah Kalimantan Tengah adalah:
Karungut
Kandan
Mansana
Kalalai Lalai
Ngendau
Natum
Dodoi
Marung
Seni kriya yang berkembang di daerah Kalimantan Tengah adalah:
Seni Pahat patung Sapundu
Seni lukis
Tatto
Anyaman
Seni dari bahan Getah Nyatu
Seni bela diri yang berkembang di daerah Kalimantan Tengah adalah:
· Kuntau
Macam-macam upacara adat yang berlaku di daerah Kalimantan Tengah antara lain:
Wadian
Upacara Tiwah (upacara memindahkan tulang belulang keluarga yang telah meninggal)
Wara (upacara pemindahan tulang belulang keluarga yang telah meninggal)
Balian (upacara atau prosesi pengobatan)
Potong Pantan (upacara peresmian atau penyambutan tamu kehormatan)
Mapalas (upacara membuang sial atau membersihkan diri dari malapetaka)
Ijambe (upacara pemindahan tulang belulang keluarga yang telah meninggal)
Keadaan Alam Kalimantan Tengah
Bagian Utara terdiri Pegunungan Muller Swachner dan perbukitan, bagian Selatan dataran rendah, rawa dan paya-paya. Berbatasan dengan tiga Provinsi Indonesia, yaitu Kalimantan Timur, Selatan dan Barat serta Laut Jawa. Wilayah ini beriklim tropis lembap yang dilintasi oleh garis equator.
Keanekaragaman Hayati Kalimantan Tengah
Banyak yang belum diketahui, dengan ragam wilayah pantai, gunung/bukit, dataran rendah dan paya, segala macam vegetasi tropis mendominasi alam daerah ini. Orangutan merupakan hewan endemik yang masih banyak di Kalimantan Tengah, khususnya di wilayah Taman Nasional Tanjung Puting yang memiliki areal mencapai 300.000 ha di Kabupaten Kotawaringin Barat dan Seruyan. Terdapat beruang, landak, owa-owa, beruk, kera, bekantan, trenggiling, buaya, kukang, paus air tawar (tampahas), arwana, manjuhan, biota laut, penyu, bulus, burung rangkong, betet/beo dan hewan lain yang bervariasi tinggi.
Sumber Daya Alam Kalimantan Tengah
Hutan mendominasi wilayah 80%. Hutan primer tersisa sekitar 25% dari luas wilayah. Lahan yang luas saat ini mulai didominasi kebun Kelapa Sawit yang mencapai 700.000 ha (2007). Perkebunan karet dan rotan rakyat masih tersebar hampir diseluruh daerah, terutama di Kabupaten Kapuas, Katingan, Pulang Pisau, Gunung Mas dan Kotawaringin Timur.
Banyak ragam potensi sumber alam, antara lain yang sudah diusahakan berupa tambang batubara, emas, zirkon, besi. Terdapat pula tembaga, kaolin, batu permata dan lain-lain.
Suku Bangsa
Suku Dayak yang terdapat di Kalimantan Tengah terdiri atas Dayak Hulu dan Dayak Hilir. Dayak Hulu terdiri atas : Dayak Ot Danum, Dayak Siang, Dayak Murung, Dayak Taboyan, Dayak Lawangan, Dayak Dusun dan Dayak Maanyan. Sedangkan Dayak Hilir (Rumpun Ngaju) terdiri atas: Dayak Ngaju, Dayak Bakumpai, Dayak Katingan, dan Dayak Sampit. Suku Dayak yang dominan di Kalimantan Tengah adalah suku Dayak Ngaju, suku asal Kalimantan lainnya yang tinggal di pesisir adalah Banjar Melayu Pantai merupakan ¼ populasi Kalteng. Disamping itu ada pula suku Jawa, Madura, Bugis dan lain-lain. Gabungan suku Dayak (Ngaju, Sampit, Maanyan, Bakumpai) mencapai 37,90%.
Pelestarian suatu kebudayaan adalah suatu proses atau tehnik yang didasarkan pada kebutuhan individu itu sendiri. Kelestarian tidak dapat berdiri sendiri. Oleh karena itu harus dikembangkan. Melestarikan suatu kebudayaan dengan cara mendalami atau paling tidak mengetahui tentang budaya itu sendiri. Mempertahankan nilai budaya, salah satunya dengan mengembangkan seni budaya tersebut disertai dengan keadaan keadaan yang kita alami sekarang ini bertujuan untuk menguatkan nilai-nilai budayanya. Sebagai pelajar, kita wajib melestarikan budaya-budaya daerah kita agar tidak luntur/hilang. Faktor yang mempengaruhi lunturnya kebudayaan daerah dikarenakan generasi muda lebih bangga terhadap budaya negara asing. Masyarakat yang tidak mengajarkan pada generasi muda sehingga mereka tidak peduli dengan budaya daerahnya sendiri.
Upaya untuk melestarikan kebudayaan daerah antara lain:
1. Dengan kita mempelajari kebudayaan dari daerah kita sendiri.
2. Memperkenalkannya pada saat hari-hari penting atau upaara kedaerahan.
3. Memupuk semangat generasi muda agar tumbuh rasa bangga dan cinta budaya daerahnya.
4. Selalu mengasah keterampilan agar bisa dipentaskan dalam acara kenegaraan sehingga budayanya dapat dikenal dimata Nasional dan internasional.
5. Membuat suatu lembaga penyaluran bakat.
Dengan upaya yang telah disebutkan, kita diharapkan mampu untuk melestarikan kebudayaan Kalimantan Tengah, sehingga kebudayaan di bumi Tambun Bungai ini menjadi tetap lestari dan kita juga berharap agar masyarakat dari luar daerah bahkan mancanegara dapat mengenal kebudayaan Kalimantan Tengah.
No comments:
Post a Comment